ISLAM SELURUH ALAM

Assalamualaikum wbt saya ucapkan pada saudara sekalian,

“Para Nabi Dari Nabi Adam a.s Sehingga Nabi Isa a.s Adalah Umpama Batang-Batang Sungai Yang Hangat Mengalir Menuju Samudera Raya, Di Situlah nabi Muhammad saw Yang Di Utus Untuk Seluruh Umat Para Nabi Dan Umat Manusia Seluruhnya Sehingga Datangnya Kiamat”

Sukar diterima masyarakat dunia bahawa Rasulullah saw adalah Utusan, Pedoman & Rahmat bagi sekalian alam. Tanpa disedari Kitab-Kitab Agama selain Al-Quran juga menyentuh tentang Nabi Muhamma saw selaku Utusan untuk seluruh umat Para Nabi dan juga umat seterusnya sehingga ke hari Kiamat.

Berikut adalah hikmah Kedatangan Rasulullah saw adalah

(1) Memperbetulkan tauhid manusia kepada Allah swt dan meninggalkan amalan buruk menyembah manusia, menyembah berhala atau apa saja.

(2) Sebagai Pembatas Kepalsuan dan Kebenaran, membenarkan kitab-kitab terdahulu seperti memperbetulkan pandangan manusia terhadap Tuhan dan para utusan Allah swt di masa lalu

(3) Menjaga keaslian Kitab Taurat, Kitab Zabur dan Kitab Injil dari terus dinodai dan dirubah hakikat pernyataan-pernyataan berkenaan ilmu Tauhid, Syariat dan lain-lain hal.

Benarkah Nabi Muhammad SAW tidak pernah dinubuatkan di dalam Kitab Injil? Apakah yang dikatakan Yesus Tentang Kerasulan Nabi Muhammad SAW? Sepanjang kehidupan Rasulullah SAW, apakah kriteria yang ditampilkan beliau tidak memenuhi apa yang tercatat di dalam Kitab Injil? Segala-galanya bakal saya tampilkan berdasarkan kajian daripada Tokoh-Tokoh Muslim mahupun Tokoh-Tokoh Non-Muslim.
Nama Nabi Muhammad Dalam Kitab Kidung Agung
(Kidung Agung 5:16)
hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim.

(Teramat manis tutur katanya, dia adalah mahămadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.)

Lafadz Ibrani pada kitab Kidung Agung (Song of Solomon) sangat jelas mencantumkan nama Muhammad (MHMD) dengan menambahkan kata “dim” yang artinya “yang agung”.

mahămadîm dalam Bible berbahasa inggris diterjemahkan “lovely “, dalam bahasa Arab mahămadîm seharusnya menjadi MUHAMMADIM.

Namun pendeta/pastur Arab Kristen yang tidak mau untuk menerima kebenaran kata “muhammadim” adalah nabi “Muhammad Yang Agung”. Mereka mengatakan bahwa muhammadim artinya seseorang yang memiliki karakteristik terpuji (bahasa Arab : hamidah). Dan ternyata para pendeta Arab Kristen cepat bertindak dengan mengedit Bible dan mengubah mahămadîm menjadi Habiibii seperti yang dapat anda saksikan di Bible berbahasa Arab terkini.

Benarkah “muhammadim” hanyalah sifat dan sama sekali bukan nama orang ?

Sekarang pembaca perhatikan.

(Kidung Agung 5:10)

(Hebrew) דודי צח ואדום דגול מרבבה׃

(Hebrew With Vowel) דֹּודִי צַח וְאָדֹום דָּגוּל מֵרְבָבָֽה׃

(Transliterasi) dvōdî sah və’ādvōm dāgûl mērəbābâ:

(KJV) My beloved white and ruddy, the chiefest among ten thousand.

(Terjemahan Bebas) Kekasihku itu putih dan merah sehat, pemimpin diantara 10.000 orang.

(Kidung Agung 5:16)
(Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושׁלם׃

(Hebrew Wiith Vowel) חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּנֹות יְרוּשָׁלִָֽם׃

(Transliterasi) hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dwōdî vəzeh rē‘î bənwōt yərûšālāim:

(KJV) His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.

(Terjemahan Bebas) Teramat manis tutur katanya, dia adalah mahămadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.

Sangatlah jelas “my beloved” adalah MAHAMADIM (MHMDM) atau MUHAMMADIM (Muhammad Yang Agung) adalah pemimpin 10.000 orang. Nabi Muhammad adalah pemimpin 10.000 pasukan dalam penaklukkan kota Mekkah di Paran.

Keturunan Nabi Muhammad

Sesungguhnya nabi Ibrahim dan anaknya (nabi Ismail) telah berdoa ketika berada di Mekkah agar Allah SWT menjadikan keturunan mereka sebagai umat yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT.

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.” (QS Al-Baqarah 2:128-129)

Dalam Perjanjian Lama (Taurat) dicatat :

“Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 17:20)

“Bangunlah, angkatlah anak itu (Ismail), dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 21:1

Tidak ada keturunan Ismail suatu umat yang berjaya, kecuali umat nabi Muhammad saw, sebagaimana yang Allah firmankan,

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran 3:110)

Dalam Perjanjian Lama Taurat Kitab Ulangan,

(Ulangan 18:18)                                                                                                                                                                                                    “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”

Yang dimaksudkan dari antara saudara mereka adalah bani Ismail. Bukan bani Israel sebagaimana keyakinan Yahudi dan Kristen. Yahudi beranggapan bahwa nubuat Ulangan 18:18 adalah untuk Yosua, sedangkan Kristen beranggapan bahwa nubuat Ulangan 18:18 adalah untuk Yesus.

Namun argumen Kristen dan Yahudi tertolak dengan sendirinya melalui ayat,

(Ulangan 34:10)
וְלֹֽא־קָם נָבִיא עֹוד בְּיִשְׂרָאֵל כְּמֹשֶׁה אֲשֶׁר יְדָעֹו יְהוָה פָּנִים אֶל־פָּנִֽים׃

vəlō`-qām nāby` ‘ovd bəyiśərā’ēl kəmōšeh ‘ăšer yədā‘vō yəhvâ pānîm ‘el-pānîm

vəlō` (TIDAK) -qām (BANGKIT) nāby` (NABI) ‘ovd (LAGI) bəyiśərā’ēl (ISRAEL) kə (SEPERTI) mōšeh (MUSA) ‘ăšer yədā (KENAL) ‘wō yəhvâ (TUHAN) pānîm (MUKA) ‘el-pānîm (MUKA).

“Tidak ada lagi nabi yang bangkit di Israel, Seperti Musa yang dikenal Tuhan dengan berhadapan muka.” (Ulangan 34:10 Terjemahan Bebas)

Nabi Muhammad adalah nabi seperti Musa, karena ia memiliki kitab suci dan hukum yang baru, dan nabi Muhammad bukanlah orang Israel.

Berdasarkan Ulangan 34:12, hanya nabi Musa saja di kalangan bani Israel yang dianugerahi mukjizat luar biasa oleh Tuhan. Jadi nabi Yosua, nabi Yesus, dan nabi-nabi dari kalangan bani Israel lainnya sama sekali tidak ada yang bisa menyamai mukjizat nabi Musa (baca Ulangan 34:12).

Ulangan 34:12 (KJV Bible)
And in all that mighty hand, and in all the great terror which Moses shewed in the sight of all Israel.

Ulangan 34:12 (LAI 1974)
dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

Ulangan 34:12 (Transliterasi)
úləkol hayyād hahăzāqāh úləkol hammovrā` haggādovl `ăser ’āsāh moseh lə’ēynēy kāl-yisərā`ēl.

Ulangan 34:12 (Bahasa Ibrani)
וּלְכֹל הַיָּד הַחֲזָקָה וּלְכֹל הַמֹּורָא הַגָּדֹול אֲשֶׁר עָשָׂה מֹשֶׁה לְעֵינֵי כָּל־יִשְׂרָאֵֽל׃

Taurat mencatat bahwa Ismail adalah seorang pemanah di padang pasir Pasir.

“Allah menyertai anak itu (Ismail), sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun (Paran) dan menjadi seorang pemanah.” (Kejadian 21:20)

Nabi Muhammad pun telah mengisyaratkan dalam haditsnya bahwa nenek moyangnya adalah seorang pemanah. Dan dalam hal ini telah terjadi pada kabilah Aslam beberapa orang dari mereka yang memanah dengan busur, maka nabi Muhammad berkata kepada mereka:

“Panah lah wahai keturunan Ismail, sesungguhnya bapak kamu (Ismail) adalah seorang pemanah.” (Bukhori kitab al Jihad wa Sair, Ibnu Majah dalam kitab Al Jihad).

Karakteristik Nabi Muhammad dalam Alkitab

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan sebuah hadits yang disandarkan kepada Abdullah bin Mas’ud yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW mendengarkan orang-orang Yahudi membaca Taurat disebuah Kanisah (kuil). Tatkala Rasulullah SAW masuk ke Kanisah itu, mereka berhenti membacanya, lalu Rasulullah SAW bertanya :”Mengapa kamu berhenti membacanya?” Seorang yang sedang sakit di tempat itu kemudian mengambil kitab Taurat lalu membacanya sampai kepada penjelasan sifat Rasulullah SAW dan umatnya. Setelah itu orang yang membaca tersebut berucap :”Inilah sifat-sifat engkau dan umatmu, saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya engkau adalah rasul (utusan) Allah.

Beberapa karakteristik Nabi Muhammad dalam alkitab antara lain :

(1) Bahwasanya Kerajaan Syeba (Yaman) akan tunduk pada Nabi Muhammad

“Kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti!” (Mazmur 72:10)

Telah habis masa kerajaan Yaman, dan tidak ada lagi seorang nabi yang nanti raja Yaman akan tunduk padanya, kecuali kepada Nabi Muhammad SAW.

(2) Bahwasanya Nabi Muhammad memiliki kekuasaan pengadilan dan hukum

“Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!”

Nabi Muhammad adalah pemimpin agama sekaligus pemimpin pemerintahan Islam. Ia memiliki kekuasaan pengadilan. Dengan kekuasaanya, ia menegakkan keadilan didaerah kekuasaannya. (Mazmur 72:4)

(3) Bahwasanya Nabi Muhammad membawa ajaran Shalowm (Salam/Islam)

“Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera (Shalowm) bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran!” (Mazmur 72:3)

Shalowm (bahasa Ibrani) atau Salam (Bahasa Arab) adalah arti kata Islam. Nabi Muhammad membawa ajaran Islam (Shalowm) dan menegakkan kebenaran dengan kekuasaan yang dimilikinya.

(4) Bahwasanya beliau adalah pahlawan yang menyandang pedang

“…kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya. Ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan…. (Mazmur 45:2-3)

(5) Bahwasanya Tuhan akan memasyurkan nama nabi Muhammad

“Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.” (Mazmur 45:17)

(6) Bahwasanya Nabi Muhammad Adalah Batu Penjuru

“Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru : hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita . Sebab itu, aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu .”

Tafsiran
“yang dibuang” : nabi Muhammad keturunan Ismail yang dibuang (diusir) oleh Sarah.
“batu penjuru” : nabi terakhir.
“ajaib di mata kita” : Bangsa Yahudi akan memandang ajaib, karena selama ini kenabian selalu lebih banyak lahir dari mereka.
“Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.” : Artinya Kerajaan Allah akan berpindah dari Bani Israel ke bani Ismail yang dibuang dahulu.

Nabi Muhammad bersabda :
“Sesungguhnya perumpamaan saya dengan nabi-nabi sebelumku adalah seperti perumpamaan seseorang yang membangun sebuah rumah, ia perindah dan perhiasi rumah itu, kecuali hanya satu tempat batu saja disalah satu sudut bangunan itu, maka orang-orang berthawaf (berkeliling) disekitarnya, mereka ta’jub terhadap bangunan itu seraya berkata: “Tidakkah lobang ini diletakkan satu batu?” Beliau (nabi Muhammad saw) berkata: “Aku lah satu batu itu dan akulah penutup para nabi.” (Lihat Bukhori, kitab “Manaqib”. Muslim pada kitab “Al-Fadhail”)

(7) Bahwasanya Nabi Muhammad Akan Hijrah (dari Mekkah) Dan Disambut penduduk kota Yang Didatanginya (Madinah).

Yesaya Pasal 21:13-17
“Ucapan ilahi terhadap Arabia . Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah kafilah orang Dedan ! Hai penduduk tanah Tema , keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan, Allah Israel, telah mengatakannya.”

Dedan : adalah di Arabia bagian Utara. Negeri yang dekat dengan kota Madinah daripada Tema.
Tema : adalah anak Ismail. Daerah utara dekat kota Madinah.
Kedar : adalah anak Ismail.

Nubuat kitab Yesaya sangat otentik karena sesuai historis dimana Yahweh (Allah Israel ) berfirman bahwa anak-anak Ismail di Arabia akan mendapat wahyu dari-Nya. Wahyu yang diterima Yesaya memerintahkan kepada orang-orang Tema supaya menghidangkan makanan dan minuman kepada orang-orang yang lari dari pedang. Nabi Muhammad dan umat Muslim kota Mekkah hijrah pada tahun 1 Hijriah menuju kota Madinah dimana mereka mendapat sambutan meriah dari penduduk kota Madinah.

( Bahwasanya setahun setelah hijrah akan ada perang yang dimenangkan oleh beliau

Yesaya Pasal 21:13-17
“Ucapan ilahi terhadap Arabia . Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah kafilah orang Dedan ! Hai penduduk tanah Tema , keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: ” Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan, Allah Israel, telah mengatakannya.”

Nubuat ini digenapi dengan perang Badar, dimana kaum musyrikin kota Mekkah menyerang nabi Muhammad dan pasukan Islam yang berkedudukan di Madinah. Dan nabi Muhammad berhasil menang melawan mereka.

Pada tanggal 12 Robiul Awal thn 1 Hijriah, nabi Muhammad tiba dikota Madinah. dan pada tanggal 17 Romadhon thn 2 Hijriah. Jadi dengan selisih satu tahun, nabi Muhammad memimpin pasukan Muslim mengalahkan Kaum Musyrikin Mekkah dlm Perang Badar.

(Ali ‘Imran 3:123-126)                                                                                                                                                                                   Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”

Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(9) Bahwasanya Beliau Mengendarai Unta

“Apabila dilihatnya pasukan, pasang-pasangan orang berkuda, pasukan keledai, pasukan unta, maka haruslah diperhatikannya sungguh-sungguh, dengan penuh perhatian.” (Yesaya 21:7)

Penglihatannya Yesaya ini terbagi menjadi dua bagian, bahwa seorang penunggang keledai dan seorang penunggang unta, umumnya Kristen akan berkata bahwa sang penunggang keledai itu adalah Yesus (Yohanes 12:14). Lalu siakapah yang dijanjikan akan mengendarai unta ? Tokoh yang dinubuatkan oleh Yesaya ini tidak akan pernah digenapi selain untuk Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad mengendarai unta sebab ia tinggal digurun pasir.

(10) Bahwasanya Bani Ismail Akan Menyanyikan Nyanyian Baru Bagi Tuhan

“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Baiklah mereka memberi penghormatan kepada Tuhann, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.” (Yesaya 42:10-12)

Nyanyian bagi mereka adalah nyanyian adzan, dzikir, dan takbir kepada Allah. Hingga kini hanya ada nyanyian adzan di Arab Saudi, bukan nyanyian Gereja karena 100% penduduk Arab Saudi adalah muslim.
Bukit Batu di kota Madinah

(11) Bahwasanya kambing dan domba Nebayot dan Kedar akan dipersembahkan di Baitullah (Bait Allah)

“Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku. ” (Yesaya 60:7)

Umumnya Kristen akan berkata bahwa Yesaya 60:7 ini adalah untuk Yesus. Namun sejarah hingga kini mencatat Nebayot, Kedar, dan keturunan Ismail lainnya hanya tunduk kepada nabi Muhammad. Rumah keagungan-ku adalah baitullah di Ka’bah, bukan Basilika St Petrus di Roma dan Gereja di Yerusalem. Karena bani Ismail tidak pernah mempersembahkan kambing dan domba untuk korban kepada Paus Roma maupun Uskup di Yerusalem.

(12) Bahwasanya Beliau Senantiasa Didoakan setiap waktu

“Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari!” (Mazmur 72:15)

Beginilah keadaan nabi Muhammad saw, umat Muslim selalu mendoakan dan memberkati setiap kalinya dalam sholat (sembahyang) yakni melalui salawat.

(13) Bahwasanya Beliau akan memimpin 10.000 pasukan menaklukkan Paran

Ulangan 33:2 (KJV Bible)
“And he said, The Lord came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them.

“Berkatalah ia: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit dari Seir kepada mereka; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dengan 10.0000 orang kudus; di sebelah kanannya tampak kepada mereka api yang menyala.”

Kata “RIGHT HAND” bisa diartikan juga “Selatan” . Mengapa “Right Hand” artinya “Selatan”.

Coba Anda berdiri tegak dengan sikap sempurna menghadap ke Timur, lalu rentangkan kedua tangan Anda. Maka ketika Anda berdiri tegak menghadap ke Timur maka tangan kiri Anda menghadap ke Utara, dan tangan kanan Anda menghadap ke Selatan.

Mungkin Anda akan bertanya : “Mengapa patokannya harus menghadap ke Timur?”

Jawaban kami adalah Karena Ulangan 33:2 menyebut Tuhan ini diibaratkan matahari yang bersinar. Tentu saja matahari bersinar dari arah Timur dipagi hari.

Sehingga ketika Anda menghadap ke Timur, tangan kiri Anda menghadap ke Utara, tangan kanan Anda menghadap ke Selatan. Silahkan di praktekkan.

Jadi tafsirannya adalah:
“Dan ia berkata, Tuhan datang dari Sinai, dan terbit kepada mereka dari Seir, ia bersinar dari pegunungan Paran, dan ia datang dengan 10.000 orang kudus dari Selatan dengan hukum yang berapi-api. ” (Ulangan 33:2)

Sinai adalah Tempatnya Musa.
Seir adalah Palestina, yakni tempatnya Yesus (Isa).
Dan di pegunungan Paran, nabi Muhammad datang menaklukkan kota Mekkah beserta 10.000 orang dengan hukum yang berapi-api.

Menariknya Bible revisi terbaru yakni Today’s New International Version (TNIV) dan New International Version (NIV) – meskipun mengartikan sedikit berbeda dengan pernyataan Bible KJV – menyatakan juga bahwa Paran terletak di Selatan.

Ulangan 33:2 (TNIV dan NIV)
“He said: “The LORD came from Sinai and dawned over them from Seir; he shone forth from Mount Paran. He came with [a] myriads of holy ones from the south, from his mountain slopes.”

(14) Bahwasanya Kiblat tidak lagi di Yerusalem

“Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” Kmdn Yesus berkata: ” hai perempuan, percayalah kepadaku, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. (Yohanes 4:20)

Injil Yohanes pasal 4 mencatat sabda Yesus tentang bagaimana cara menyembah (worship) Allah yang benar dan pada saatnya nanti kiblat tidak akan berada di Yerusalem. Berpindahnya kiblat tempat menyembah Allah, tidak akan pernah terjadi selain pada masa kenabian Muhammad.

Apakah Mereka Tidak Beriman

Dari sekian banyak contoh dari kabar gembira yang telah kami sebutkan diatas, telah jelas bagi kita bahwa kitab-kitab suci terdahulu yakni Taurat, Mazmur (zabur), kitab-kitab suci Yahudi lainnya, dan Injil telah mengisyaratkan agar umatnya dapat mengenali sang Nabi Penutup. Hal ini telah ada berabad-abad sebelum sang Nabi penutup yakni Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah.

Berita gembira tentang diutusnya Nabi Muhammad SAW sangat mashur sekali dikalangan umat-umat terdahulu. Karena nabi-nabi mereka telah mengabarkan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW. Dan berita-berita yang terdapat dalam kitab-kitab suci samawi terdahulu inilah yang menyebabkan kebanyakan orang masuk Islam.

Sebagaimana Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani), mereka menunggu kedatangan nabi terakhir. Maka tatkala ia datang, mereka yang tahu betul ajaran Taurat diantaranya Abdullah bin Salam. Allah menceritakan hal ini dalam surat al-Ahqaf :

“Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS Al Ahqaaf 10)

Dan sebagian dari ahlulkitab (Yahudi dan Nasrani) itu ada yang berpaling terhadap kebenaran. Timbullah perasaan iri dan dengki dikalangan mereka. Bahkan mereka terus-menerus memusuhi, membenci, dan memerangi beliau. Kemudian mereka mempelajari teks-teks Alkitab yang menyebutkan tentang nama dan karakteristik Nabi Muhammad, lalu mengeditnya.

“….. kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya …..” (QS Al-An’am 91)

“….. Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya …..” (QS An-Nisaa’ 46)

“….. Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya …..” (QS Al Maa’idah 13)

“….. sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.” (QS At Taubah 34)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud mengambil jalan di antara yang demikian, merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.” (QS An Nisaa’ 150-151)

Penggantian dan perubahan terhadap isi alkitab terus-menerus dilakukan oleh pendeta Kristen hingga saat ini. Namun, isyarat yang pasti dan bukti yang nyata dalam alkitab hingga kini masih terdapat sisa-sisa keterangan -yang masih belum diedit- yang menyebutkan tentang karakteristik Nabi Muhammad SAW.

Penulis telah mendapatkan dalam Alkitab mengenai nama, karakteristik, tempat ia diutus, juga disebutkan pula tutur kata beliau, dan peristiwa hijrah Nabi Muhammad dan kekalahan musuh-musuhnya. Semua karakteristik itu tidak sesuai bagi setiap orang kecuali pada diri Nabi Muhammad SAW.

“Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam……” (QS Ali ‘Imran 19)

Catatan Kaki
(1) :Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3, halaman 757, Penerbit PT Ichtiar Baru Van Houve, Jakarta, cetakan keenam, 2003.

Sumber :
Muhammad Dalam Kitab Samawi, Oleh Syeikh Abdul Majid A. Zainuri, Penerbit Iqra Insan Press, cetakan pertama, 2004.
Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 3, halaman 757, Penerbit PT Ichtiar Baru Van Houve, Jakarta, cetakan keenam, 2003.
King James Version Bible.
Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia.

bersambung…..

By, Penghibur

BEKAS PASTOR MEMELUK ISLAM

Assalamualaikum wbt, semoga saudara serta saudari terus diberi kekuatan iman dan terus saling sayang menyayangi sesama insan. kali ini saya nak kongsikan kisah Pastor Yohanes yang memeluk Islam. Beliau berasal dari Kota Belud, Sabah. Sila ikuti video ini sebaik-baiknya.

By, Penghibur

ADAKAH NASRANI SAMA DENGAN KRISTIAN?

Assalamualaikum wbt, kali ini saya ingin berkongsi sewdikit berkenaan Akidah Nasrani dan Akidah Kristian, tulisan ini adalah berdasarkan persoalanm dari saudara Adam yang tidak mempunyai pegangan Agama, dan lebih tepat jika saya mengatakan bahawa saudara Adam masih tercari-cari. Sama ada benar atau tidak pengakuan saudara Adam ini, saya serahkan kepada Allah swt yang memberi kita kehidupan dan dapat kita sama-sama berkumpul disini. Saya tidak akan membuang masa anda lagi, sila baca sebaik-baiknya.

(1) Anda seorang yang tidak mempunyai sebarang pegangan kepercayaan, ini sungguh berbahaya, walaubagaimanapun sebagai insan anda wajib mengambil tahu kerana ini soal kehidupan anda selepas ini (kehidupan akhirat). Dimanapun anda berada tanda-tanda kebesaran Allah swt tetap ada, bahkan pada diri saudara Adam sendiri.

Perhatikan, sekarang saudara Adam sekarang sedang membaca tulisan saya, anda memerlukan mata untuk melihat, anda memerlukan hati untuk merasai dan anda juga memerlukan akal untuk memahami, tetapi tahukah saudara Adam, bahawa kita melihat, kita merasa, kita faham BUKAN KERANA kita mempunyai mata, hati atau akal tetapi kerana Allah swt memberi penglihatan, pendengaran, dan memberi kebolehan untuk memahami dengan akal.

Jika kita memahami suatu yang fizik semata-mata, maka terdapat insan yang mempunyai mata tapi tidak melihat, mempunyai telinga tetapi tidak mendengar, mempunyai hati tetapi tiada perasaan atau belas kasihan, mempunyai akal tetapi tidak dapat berfikir atau gila.

Semua ini adalah kerana Allah swt, iaitu Tuhan yang memberi saya dan anda Nafas, memberi saya dan anda Kesihatan, memberi saya dan anda Kudrat, dan memberi saya dan anda ujian kesenangan dan kesusahan, supaya kita sentiasa menginagt dan memohon rahmat Kebesaran Allah swt.

Didunia ini Allah swt mengizinkan baik dan buruk berlaku, dan pada masa yang sama Allah swt membekalkan kita Kitab Wahyu sebagai petunjuk dan pedoman di dalam kehidupan kita sekaligus segala perbuatan dan amal kita mendapat redha dari Allah dan terus dilimpahi rahmat Allah swt.

Namun begitu, sebagai manusia kita berhak menilai dengan baik berkenaan hakikat Allah swt dan kitab-kitab-Nya. Disini terlalu banyk perbezaan diantara orang yang memahami Agama, sama ada Islam, Kristian, hindu, Buddha dan apa sahaja kepercayaan yang wujud didunia ini.

(2) Saudara Adam menjadi keliru apabila membaca Al-Quran dan Bible, itu tidak mengapa, anda keliru kerana 2 Kitab ini berbeza samasekali.

a. KITAB SUCI AL-QURAN – Adalah Al-Kitab dari Allah swt yang diwahyukan kepada nabi Muhammad saw dan membenarkan kitab-kitab terdahulu (Taurat, Zabur, Injil) iaitu memperbetulkan kesalahan yang dilakukan oleh Ahli Kitab dari Yahudi dan Nasrani. Memperbetulkan AKIDAH Manusia supaya beriman hanya kepada Allah swt dibawah Kalimah Tauhid iaitu “La ilaha Illallah”.

Perkataan “ALLAH” adalah Nama Khas dan tidak boleh diterjemahkan kepada bentuk lain. Apabila kita menyebut nama “ALLAH” dengan sendirinya perkataan “ALLAH” membawa maksud ESA iaitu 1. Apabila kita katakan 1, mengapa sudah semestinya BUKAN 2 apatah lagi 3.

Perkataan “ALLAH” ini tidak mempunyai sebarang OKNUM, sama ada TRINITI ataupun TRIDEWA atau apa saja. Bila sebut nama “ALLAH” maka ia membawa maksud Esa iaitu 1 yang tidak mempunyai sebarang sekutu.

b. BIBLE – Bible terpecah kepada 2 bahagian iaitu kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru. Mengikut kepercayaan Kristian bahawa Bible adalah Al-Kitab. Saya tegaskan sekali lagi bahwa jika kita meneliti sejarah kepenulisan Bible bahwa ia BUKANLAH Al-Kitab, tetapi Bible adalah sebuah Kitab yang mengatasnama Nabi Musa untuk Perjanjian Lama dan Nabi Isa (Jesus a.s) untuk Kitab Perjanjian Baru.

“Kitab Taurat dan Kitab Injil BUKANLAH Bible Yang Diimani Kristian mahupun Nasrani pada hari ini. Bahkan Nabi Musa a.s dan Nabi Isa a.s Tidak bertanggungjawab mahupun beriman kepada Bible hari ini”

(3) GOSPEL BUKAN INJIL ?

Perkara ni boleh difahami dengan merungkai sejarah awal berkenaan wujudnya Gospel yang diwarnai Injil.

a. KITAB SUCI INJIL – Terlalu ramai yang menganggap Gospel adalah Injil, padahal Gospel yang dipegang serta diimani oleh umat Kristian bukanlah Injil, tetapi Gospel diwarnai dengan Injil dan mengatasnama/ disandarkan kepada riwayat hidup Nabi Isa a.s.

Kitab Suci Injil adalah merupakan Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Isa a.s, namun Kitab Injil ini tidak pernah wujud dalam bentuk tulisan. Kitab Suci Injil berbeza dengan Gospel, dimana Kitab Injil tidak berkaitan dengan Gospel. Walaupun ia mempunyai makna yang sama iaitu “Berita Baik” tetapi Akidah dari Kitab Injil dan Gospel BERLAWANAN.

“Injil Membawa Ajaran Tauhid, Manakala Gospel membawa Ajaran Triniti”

Kitab Suci injil dikategorikan sebagai “The Sayaings Gospel”

b. GOSPEL – Kitab perjanjian baru seperti Matius, Lukas, John, Markus dikenali sebagai “Narrative Gospel”. Narrative Gospel SANGAT BERBEZA dengan The Saying Gospel yang akhirnya hilang dan dimusnahkan oleh pengaruh Paulus yang terpaksa bersaing.

Kesemua Narrative Gospel adalah tulisan yang kebanyakannya tidak diketahui asal usulnya dan pengaruh Paulus sangat meluas di dalamnya. Pendek kata, Gospel yang ada ditangan Umat Kristian dan BUKANLAH Injil yang diterima Nabi Isa a.s.

Kitab Perjanjian Baru pada hari ini tiada perkaitan dengan ajaran Nabi Isa a.s, dan semuanya BUKAN Kitab Wahyu dan Bukan Kitab Injil.

(4) NASRANI ADALAH KRISTIAN ?

Pada mulanya Nasrani BUKANLAH Kristian, tetapi pada hari ini baik nasrani mahupun Kristian, kedua-duanya sukar untuk dibezakan dan dipisahkan, kedua-duanya sangat sinonim.

Kemunculan Narrative Gospel yang diwar-warkan oleh Paulus akhirnya membawa kekeliruan kepada pengikut Nabi Isa a.s, yang bergelar Puak Nasrani, yang pada mulanya berpegang kepada The Sayings Gospel yang membawa AKIDAH TAUHID sama dan persis seperti Agama Islam.

Namun Akidah Tauhid Nasrani akhirnya pudar dan punah disebabkan pengaruh dari Narrative Gospel (AKIDAH TRINITI) yang banyak MENCEDOK kata-kata dan ajaran Nabi Isa a.s daripada the Sayings Gospel. Kebanyakan sumber kitab ini bercampur baur antara KEBENARAN dan KEBATHILAN sehingga memperlihatkan Narrative Gospel seolah-olah adalah Kitab Injil, atau bersumberkan Kitab Injil.

“Paulus Mengasaskan Kristian Dengan Menggunakan Narrative Gospel (Akidah Triniti) Atasnama/Disandarkan kepada Nabi Isa a.s sangat BERLAWANAN Dengan Nabi Isa a.s Yang Membawa Akidah Tauhid Yang Akhirnya Musnah”

Puak Nasrani menjadi mangsa kepada pembohonghan agama ini termasuk mereka yang yang bergelar “EKONITE CHRISTIANS”, iaitu mereka yang dianggap sebagai FIRST FOLLOWERS OF JESUS, yang bermula dengan The Sayings Gospel yang membawa Akidah Tauhid, akhirnya bertukar kepada Narrative Gospel iaitu Akidah Triniti.

Kesan dari Penubuhan Agama Kristian oleh Paulus adalah, perkara yang benar dicampur dengan yang bathikl, maka yang bathil juga kelihatan menjadi benar. hakikat daripada ini menjelaskan kepada kita bahawa Ahli Kitab dari Kristian BUKANLAH Ahli Kitab yang disebut di dalam Al-Quran, tetapi Ahli Kitab dari Kristian itu sama taraf dengan orang MUSYRIK iaitu Penyembah Berhala, bahkan Kristian TIDAK PERNAH menerima sebarang wahyu dari Allah swt, tetapi wahyu itu diberikan kepada umat Nasrani.

(4) PENDIRIAN ISLAM TERHADAP AGAMA KRISTIAN

Kitab Bible yang diimani oleh Umat Kristian BUKANLAH Kitab yang diimani oleh Umat Islam, bahkan para Nabi dari Nabi Adam a.s sehingga Nabi Isa a.s. Namun begitu, didalamnya masih terdapat perkara-perkara yang benar dan selari dengan Al-Quran, maka fakta itu boleh diterima. Tetapi Bible mempunyai ribuan permasalahan di dalamnya, pertentangan bukan pada skala kecil tetapi terlalu besar untuk diukur, baik dari segi ramalan, sumber sejarah, saintifik, jumlah dan banyak lagi permasalahn yang dihadapi Bible, dan seharusnya ia tidak boleh disandarkan kepada Allah swt.

Setelah kedatangan Nabi Muhammad saw yang merupakan utusan seluruh alam juga merupakan Nabi yang diutus untuk seluruh umat para Nabi, satu-satunya petunjuk dan berita gembira yang masih kekal dimuka bumi ini. Allah swt menjanjikan Ajaran Islam akan kekal sehingga ke hari Kiamat dan tiada seorangpun dapat merosakkannya.

Berbalik kepada Kitab Bible yang ada pada hari ini, berdasarkan penerangan dari saudara Ahmad Nizam, bahawa Bible sangat dipengaruhi oleh fahaman Penyembah Berhala seperti Mithra, Osiris & Baachus.

Kisah Mithra, Osiris dan Baachus sangat persis seperti Kisah Jesus berdasarkan Bible. Mlah Kisah Jesus berdasarkan Bible pada hari ini juga dipengaruhi oleh Tamadun Hindu, seperti Dewa Krishna Juga Mempunyai Kisah Yang Sama Dengan Jesus.

Kisah Penyembahan Matahari juga sangat berkait dengan Kristian. Anda pasti akan faham jika anda menelusuri hakikat Disebalik Iluminati – Organisasi Dajjal Di Muka Bumi

1 ALLAH 3 AKIDAH

Assalamualaikum wbt kepada saudara serta saudari yang saya hormati sekalian, semoga Allah swt memberi kekuatan kepada kita dalam kehidupan yang singkat ini, semoga kehidupan ini semakin mendekatkan kita kepada Allah swt dan bertambahlah iman kita kepada Allah iaitu satu-satunya Tuhan yang patut disembah.

Terlalu banyak isu jika nak diperkatan tentang akidah Islam, Kristian dan Yahudi, ketiga-tiga agama ini mempercayai akan wujudnya Tuhan Yang Maha Kuasa, namun begitu terdapat perbezaan yang sangat meluas di antara ketiga-tiga agama ini. Setelah kita menelaah dan sebagai manusia yang mempunyai akal yang waras, kita mempunyai satu jawapan bagi terhadap permasalahan yang timbul iaitu TUHAN.

Bagi Umat Islam selaku agama yang diredhai Allah dan melengkapkan akidah manusia, terlalu luas jika dibentangkan satu persatu tentang akidah ini iaitu mentauhidkan Allah. Umat Kristian dan yahudi juga mengaku dan beriman kepada Allah, tetapi terlalu banyak permasalahan, seperti Iman dalam Yahudi, bahawa Agama mereka adalah EXCLUSIVE untuk bangsa mereka dan tidak mengiktiraf bangsa lain. Sangat menghairankan, apakah umat Yahudi tidak berfikir dengan waras, bahawa hikmah kejadian pelbagai bangsa adalah warna warni yang datang dari Allah swt.

Begitu pula umat Kristian, secara simboliknya, umat Kristian lebih berpegang kepada akidah Tauhid Rububiyyah iaitu, mengimani bahawa Alam Semesta ini benar-benar diciptakan oleh Allah. Islam juga mengimani demikian, namun sebagai pelengkap kepada akidah manusia, Islam juga mengimani Tauhid Uluhiyyah iaitu mengimani hanya Allah swt satu-satunya yang patut disembah dan TIDAK WUJUD sebrang OKNUM mahupun sebarang PERSONA disampingnya.

Ini sesuai dengan sifat yang berdiri pada Dzat Allah swt, Allah swt berdiri dengan sendiri tanpa sebarang oknum atau persona, malah Allah swt adalah Tuhan yang TIDAK MENYERUPAI sebranag objek yang dikenali hamba-hamba-Nya, apatah lah hamba-hambaNya ingin menyerupai-Nya. Maha Suci Allah, dari tuduhan-tuduhan yang tidak sepatut bagi Allah swt yang memberi kita kehidupan hari ini dan akan datang.

Perlu dijelaskan disini bahawa nama “ALLAH” ini, sudah cukup menjelaskan kepada kita bahawa perkataan “ALLAH” membawa maksud ESA iaitu SATU. SATUNYA Allah swt ini TANPA WUJUD SEBARANG OKNUM! Haram bagi manusia menggunakan nama “ALLAH” ini untuk menerangkan bahawa perkataan “ALLAH” ini membawa maksud TRINITI atau TRIDEWA atau apa sahaja yang membawa maksud OKNUM atau PERSONA yang wujud diantara puluhan, ratusan, ribuan amhupun jutaan TUHAN!

Perkataan “ALLAH” ini adalah Maha Suci, dan merupakan NAMA KHAS yang tidak boleh diterjemahkan dalam bahasa apapun. ALLAH tetaplah ALLAH, dan ALLAH tidak boleh diterjemahkan kepada perkataan GOD. Jika ada mereka yang CLAIM bahawa terjemahan bagi perkataan “GOD” adalah “ALLAH”,  terjemahan itu sangat tidak tepat.

Inilah yang dilakukan umat Kristian, sepatutnya dan sejujurnya Cendekiawan Kristian menggunakan perkataan ”TUHAN” sebagai kata ganti perkataan “GOD”. Tak perlu susah-susah nak menterjemahkan kepada perkataan “ALLAH”.

Nama Allah swt sangat Suci, Maha Suci Allah swt dari ucapan dan perbuatan manusia yang tidak layak menempatkanNya ditempat yang tidak sepatutnya. Dengan ini sangat jelas bahawa nama ”ALLAH” itu membawa maksud “ESA” iaitu “SATU” yang berdiri TANPA sebarang OKNUM atau PERSONA disisinya. berhentilah memfitnah Allah swt, kerana dosa memfitnah Allah swt itu sangat berat, Allah swt Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.

By, Penghibur

TEKNOLOGI DZULKARNAIN & IMAM MAHADI

Assalamualaikum wbt, kali ni saya bawakan satu topik penting untuk diperhatikan oleh kita semua, topik ini sangat penting kerana ia berkaitan dengan dunia AKHIR ZAMAN. banyak hal penting dan terkadang kita terlepas pandang akan hakikat dan simbolik dari firman Allah swt di dalam Al-Quran. Topik ini sangat sesuai dibaca oleh semua masyarakat dan kepada yang tidak  pernah terfikir atau mengikuti sumbangan dari antara da’i terkemuka dunia kita iaitu Harun Yahya. Saya tidak akan membuang masa lagi, zaman keemasan semakin tiba, pada masa itu Yahudi dan Kristian akan berbondong-bondong memeluk Islam di atas kesaksian Nabi Isa a.s iaitu Jesus. Tanda lain adalah Imam Mahadi.

TANDA-TANDA HARI AKHIR
DARI SURAT AL KAHFI

Nabi Muhammad SAW menggarisbawahi surat ini

Banyak hadits nabi menghubungkan Surat Al Kahfi dengan Hari Akhir. Sebagian hal ini disampaikan di bawah ini:

Diriwayatkan oleh An-Nawwas ibn Sam’an:

‘Dia, yang hidup dan melihatnya (Dajjal) harus membacakan di depannya ayat-ayat pembukaan Surat Al Kahfi. (HR Muslim)

Diriwayatkan oleh Abu Umamah al-Bahili:

Barangsiapa memasuki nerakanya (Dajjal), mintalah pertolongan Allah dan bacakan ayat pembukaan Surat Al Kahfi, dan hal ini akan mendinginkan dan mendamaikannya, seperti api menjadi dingin terhadap Ibrahim. (HR Ibnu Katsir)

 Hari AkhirTanda-tanda dan rahasia

Satu alasan mengapa Rasulullah SAW menganjurkan orang-orang beriman membaca Surat Al Kahfi adalah karena surat ini berisi isyarat penting mengenai Hari Akhir, seperti berbagai hal yang dibutuhkan untuk bertahan dan memerangi Dajjal, dan gerakan-gerakan anti-agama yang menimbulkan berbagai kejahatan atas kemanusiaan, yang ingin disebarkan oleh Dajjal ke seluruh dunia. Surat Al Kahfi ini juga berisi berbagai pelajaran bagi kaum Muslimin. Anjuran Rasulullah SAW untuk menghapalkan dan membaca surat ini dengan penuh perhatian adalah suatu isyarat kuat tentang hal ini. Seperti kita akan lihat di seluruh bab ini, pengalaman Ashabul Kahfi yang tinggal di sebuah masyarakat yang kafir, pelajaran bahwa Musa AS belajar dari Khidr, dan pemerintahan di atas dunia yang didirikan oleh Dzulkarnain AS agar dapat menyebarkan nilai-nilai Islam, adalah perkara-perkara yang perlu direnungkan oleh orang-orang beriman.

Kahfi yang luar biasaKeadaan Ashabul

Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu, mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)” (QS Al Kahfi: 9-10)

Kedua ayat ini menyinggung keadaan para pemuda yang luar biasa itu. Dari cerita tersebut, kita melihat pengalaman mereka sebagai sesuatu yang gaib dan tidak lazim. Seluruh kehidupan mereka penuh dengan kejadian yang menakjubkan. Keadaan ini merupakan pokok permasalahan hadits Nabi SAW yang menghubungkan antara tanda-tanda ini dengan Hari Akhir. Ini mengisyaratkan bahwa orang-orang yang hidup di Masa Akhir dapat mengalami berbagai pengalaman supernatural.


Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka (QS Al Kahfi: 18)

Ayat kesepuluh menjelaskan kepada kita bahwa para pemuda tersebut mencari tempat perlindungan di gua dari pemerintahan zalim yang tengah berkuasa. Pemerintahan tersebut menyebabkan mereka tidak mungkin mengungkapkan pandangan mereka, menjelaskan kebenaran, dan menyerukan agama Allah. Oleh karena itu, mereka menjauhkan diri mereka dari masyarakat.

Akan tetapi, hal ini seharusnya tidak dipahami sebagai kurun waktu tanpa kerja yang jauh dari masyarakat, karena mereka mengungsi ke sana sambil memohon rahmat dan bantuan Allah. Mereka juga berupaya memperbaiki dan mengembangkan diri mereka sendiri. Kaum Muslimin di Hari Akhir yang berada di bawah rezim yang menindas akan menyembunyikan diri dan berharap kepada Allah untuk memberikan rahmat-Nya atas mereka, dan juga memudahkan kehidupan dan perjuangan mereka atas gerakan-gerakan anti-agama.

Tersembunyinya mereka selama beberapa waktu

Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu, kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu) (QS Al Kahfi: 11-12)

Alasan ditidurkannya Ashabul Kahfi adalah penyerahan diri terhadap takdir dan kedamaian, karena Allah, Yang telah menciptakan alam semesta tanpa sia-sia, mengatur segala sesuatu de,o kemaslahatan umat Islam. Di masa kini, sebagian umat Islam telah mengambil pendirian yang sama secara spiritual. Dengan cara ini, mereka tidak disimpangkan oleh paham materialis yang berupaya menjauhkan masyarakat dari iman mereka, dan juga tidak tersentuh oleh kekerasan yang diarahkan oleh paham-paham ini. Oleh karena itu, mereka dapat terus hidup menurut Al Qur’an tanpa dipengaruhi oleh kehancuran akhlak, kekejaman, dan kekacauan yang ada di sekitarnya. Ashabul Kahfi tetap tersembunyi selama beberapa waktu dan Allah membangkitkan mereka pada waktu yang ditentukan-Nya.

Mereka memproklamirkan agama Allah kepada masyarakat

Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? (QS Al Kahfi: 15)

Seperti yang dinyatakan oleh ayat ini, kelompok ini menyeru orang-orang musyrik agar kembali ke agama yang benar, mengajak mereka menuju agama Allah, meminta mereka agar berhenti mempersekutukan Allah dengan yang lain, dan meminta mereka mengajukan bukti-bukti atas penolakan mereka tersebut. Ketika mereka tidak dapat melakukan ini, Ashabul Kahfi menyatakan bahwa orang-orang musyrik dari masyarakat mereka sebagai para pembohong dan pemfitnah.

Saat ini, kaum Muslimin juga menuntut pembuktian dari mereka yang menyembah selain Allah. Di Hari Akhir, akan ada kepercayaan yang mendewakan materi dan kesempatan: Darwinisme.

Darwinisme menyatakan bahwa alam semesta tidak bertujuan, terjadi begitu saja, dan hanya anggota-anggota alam yang paling menyesuaikan dirilah yang dapat bertahan hidup. Sistem anti-agama ini didasarkan pada konflik dan kekerasan. Jelas, “pernyataan kebetulan acak” yang bertanggung jawab atas segala sesuatu ini tidak lebih dari tindakan fitnah oleh para pengikut Darwinis atas Allah Yang Maha Kuasa yang telah menciptakan segala sesuatu yang ada.

Mereka menjauh sepenuhnya dari pandangan musyrik di sekitar mereka

Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu (QS Al Kahfi: 16)

Karena penindasan orang-orang musyrik, Ashabul Kahfi merasakan perlunya pemisahan secara menyeluruh. Oleh karena itu, mereka memutuskan seluruh hubungan dengan orang-orang musyrik dengan mengungsi ke gua. Selama masa itu, rahmat Allah turun kepada mereka dan Dia memudahkan segala sesuatu bagi mereka. Hal yang paling penting dari pertolongan dan dukungan-Nya adalah menghindarkan mereka dari pengaruh buruk orang-orang tak beriman.

Mereka menyembunyikan diri

Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melemparmu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya (QS Al Kahfi: 20)

‘Mereka akan melemparmu’ menjelaskan sebuah bentuk teror. Watak dasar ini dengan jelas terlihat saat ini pada orang-orang yang berada di bawah pengaruh paham-paham anti-agama. Misalnya, para teroris yang menganut paham komunisme dikendalikan oleh permusuhan mereka pada negara, dengan melempar batu-batu dan menyerang pejabatnya, maupun polisi. Serangan-serangan ini bertujuan untuk melemahkan dan melemahkan semangat mereka, sehingga kaum komunis dapat mewujudkan ide-ide anti-agama mereka dan mendirikan kekuasaan mereka di atas kekacauan dan pertentangan di negara tersebut.

Oleh karena itu, sangat mendasar bagi orang-orang yang hidup di Hari Akhir untuk melepaskan diri dari paham-paham yang berlumur darah dan kerusakan, yang tidak membawa apa pun selain kejahatan pada dunia, tidak berpihak pada orang-orang yang bersekongkol, dan tidak dipengaruhi oleh bujuk rayu paham-paham anti-agama atau hasutan mereka.

Hanya Allah dan segelintir orang yang mengetahui jumlah mereka

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga, orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) adalah lima orang, yang keenam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya.” Katakanlah, “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka, kecuali sedikit.” Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja, dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka. (QS Al Kahfi: 22)

‘Yang mengetahui mereka hanya sedikit’ juga menunjukkan bahwa hanya segelintir orang yang memiliki pengetahuan ini. Misalnya, salah satunya bisa jadi Khidr, yang kemampuannya yang menakjubkan akan kita bahas secara singkat. Juga mungkin murid-muridnyalah yang memiliki pengetahuan ini, dengan kehendak dan wahyu Allah. Al Qur’an menyebutkan bahwa Allah memfirmankan sebagian hal gaib kepada Rasul-rasul-Nya.

Perjalanan Nabi Musa AS dan muridnya ke ‘tempat bertemunya dua laut’

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun.” (QS Al Kahfi: 60)

Di sini ‘murid’ menunjukkan bahwa ketika melakukan sesuatu, kita seharusnya mencari bantuan dari orang-orang muda dan bekerja sama dengan mereka.

Orang-orang muda harus dimotivasi untuk menggunakan energi, gairah, kekuatan, ambisi, dan semangat mereka untuk perbuatan yang terbaik untuk meraih rahmat Allah. Beberapa ayat berbicara tentang pemuda, dan ayat berikutnya menyatakan bahwa hanya beberapa pemuda dari bangsanya yang beriman kepada Musa AS:

Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas (QS Yunus: 83)

Ayat keenam belas Surat Al Kahfi menyebutkan titik pertemuan yang menjadi tujuan perjalanan Nabi Musa AS. Musa AS mengetahui akan bertemu dengan seseorang, dan dia mengetahui akan terjadi di ‘tempat pertemuan dua laut.’ Tempat ini bisa berada di tempat mana pun di permukaan bumi yang sesuai dengan gambaran ini.

Nabi Musa AS bertemu Khidr AS yang diberkati dan dirahmati-Nya

Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (QS Al Kahfi: 65)

Allah itu Maha Pengasih, Maha Pemurah, dan Maha Penyayang kepada hamba-hambat-Nya. Musa AS berangkat untuk bertemu Khidr AS, seseorang yang telah diberi rahmat oleh Allah. Oleh karena itu, sifat-sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang Allah tercermin padanya. Sifat Allah tersebut telah memungkinkan dirinya menerima pengetahuan yang lebih dari Allah dan menjadi salah satu hamba pilihan-Nya.

Dzulkarnain AS

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.” (QS Al Kahfi: 83)

Di sepanjang sejarah, kebanyakan ilmuwan telah menafsirkan cerita Dzulkarnain dengan berbagai cara. Ayat ini mengatakan Dzulkarnain diturunkan untuk mengingatkan kaum Muslimin dan terkait dengan wahyu yang memiliki makna dan alasan tersembunyi.

Dzulkarnain AS memiliki kekuasaan dan “tercerahkan”

Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka dia pun menempuh suatu jalan (QS Al Kahfi: 84-85)

Dari ayat-ayat ini, kita memahami bahwa negara Dzulkarnain jauh dari berbagai masalah. Dengan kata lain, kekuasaannya solid, rasional, dan kuat.

‘Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu’ mengisyaratkan bahwa Dzulkarnain AS diberikan kemampuan untuk memecahkan setiap masalah. Dengan kata lain, dia seorang Muslim yang sangat cerdas, bijak, dan cermat. Dengan semua kelebihan yang diberikan Allah ini, dia memecahkan seluruh masalah rumit dengan cepat dan memecahkan hambatan-hambatan.

Dzulkarnain AS juga seorang dai

Berkata Dzulkarnain, “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah Kami.” (QS Al Kahfi: 87-88)

Ketika Dzulkarnain as berbicara, dia mengingatkan rakyatnya tentang Allah dan hari akhirat. Dia berbicara sebagai seorang Muslim. Dari pernyataan yang digunakan di ayat ini, kita memahami dia seorang pemimpin Muslim yang memerintah sebuah bangsa Muslim.

Dzulkarnain AS terus melanjutkan dakwah kepada orang-orang yang dia temui untuk beriman kepada Allah, taat, berbuat baik sesuai ketentuan Al Qur’an, dan menegakkan sholat serta melakukan ibadah. Dia menyeru, untuk mendorong mereka, pada balasan yang dijanjikan untuk mereka di dunia dan di akhirat, serta menyeru mereka kepada iman.

Dzulkarnain AS membantu manusia


Kita dapat menyimpulkan dari cerita di Surat Al Kahfi bahwa Dzulkarnain adalah seorang penguasa Muslim yang mengendalikan wilayah yang luas di dunia ini.

Mereka berkata, “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu supaya kamu membuat dinding antara mereka?” (QS Al Kahfi: 94)

Karena penyimpangan Ya’juj dan Ma’juj, orang-orang yang sedang menghadapi masalah mencari bantuan Dzulkarnain AS dan menawarkan imbalan kepadanya. Dari ayat ini, kita memahami Dzulkarnain AS tidaklah mewakili seseorang; sebaliknya, dia memimpin sebuah bangsa. Tepat seperti Sulaiman as, dia memerintah sebuah bangsa dan tentara.

Ayat ini menunjukkan bahwa dia pasti memiliki tim ahli bangunan dan insinyur sipil. Dari permohonan orang-orang tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa Dzulkarnain AS tertarik dan punya pengetahuan tentang bangunan dan teknik sipil. Dia bahkan termasyur karena keahlian dalam bidang ini. Oleh karena itu, bangsa-bangsa lain meminta bantuannya. Seluruh faktor ini memperlihatkan besar dan kekuatan bangsanya.

Dzulkarnain AS sangat dihormati dan berpengaruh di Timur dan di Barat dapat menunjukkan bahwa dia memerintah sebuah bangsa yang kekuasaannya berpengaruh luas di dunia. Oleh karena itu, dia adalah seorang pemimpin, menyadari tanggung jawabnya untuk membawa kedamaian, keadilan dan keamanan, tidak hanya bagi bangsanya sendiri, tetapi juga bagi setiap bagian dunia.

Cerita Dzulkarnain AS menunjukkan bahwa di Hari Akhir, tepat seperti masa kita sendiri, nilai-nilai Islam akan menguasai dunia ini.

SUATU PENAFSIRAN YANG BERBEZA

Kemungkinan lain adalah bahwa cerita ini mengungkapkan berbagai peristiwa yang akan terjadi di masa depan.

Di sisi Allah, seluruh waktu adalah satu. Masa depan, masa lalu, dan masa sekarang terjadi seluruhnya sekaligus. Di sejumlah ayat, berbagai peristiwa Hari Pembalasan di neraka dan surga diceritakan seolah-olah telah terjadi. Ayat berikut ini adalah contoh seperti itu.


Berkat teknologi satelit, dimungkinkan adanya pengambilan gambaran yang terpeinci tentang bumi, dan khususnya satelit-satelit intelijen mampu “mengamati” setiap negara dari dekat.

 

Dan ditiupkan sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). Dan terang-benderanglah bumi (Padang Mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing), dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi, dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan (QS Az Zumar: 68-69)

Berbagai peristiwa yang dijelaskan dalam ayat ini disampaikan seolah-olah hal itu sudah terjadi, walaupun bagi kita, hal itu adalah peristiwa-peristiwa di masa depan yang belum terjadi. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa cerita Dzulkarnain AS berasal dari masa depan, yang diceritakan kepada kita dengan menggunakan kerangka waktu masa lalu.

Ayat kedelapan puluh empat mengatakan:‘… Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.’ Hal ini mungkin menunjukkan bahwa Dzulkarnain AS akan berkuasa di dunia di masa depan.

 

Berkat teknologi inframerah, seluruh jenis perangkat kriminal dapat dideteksi dengan mudah dan kejahatan yang dilakukan di kegelapan dapat diamati secara seksama seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar ini. Kemajuan penting telah dibuat dalam diagnosis berbagai penyakit.

Pada masa sekarang, seorang pemimpin atau bangsa yang mempunyai kekuasaan superpower di dunia harus memiliki teknologi komunikasi dan kekuataan umum. Karena seorang pemimpin tidak dapat mengendalikan seluruh hal sendiri, kita dapat mengangap bahwa dia berada di sebuah ibu kota dan mengendalikan wilayah lainnya melalui satelit dan alat-alat komunikasi lainnya. Seperti disebutkan dalam ayat kesembilan puluh lima, ‘Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik,” kemungkinan besar kekuasaan Dzulkarnain AS itu stabil dan kokoh. Apabila kita memperhatikan kisah ini dari sudut pandang ini, kita akan menyadari bahwa setiap ayat dapat mengungkapkan sebuah pesan yang berbeda. Misalnya, Dzulkarnain AS pertama-tama pergi pertama ke Barat, kemudian ke Timur dan kemudian kembali lagi. Ayat-ayat ini dapat berarti bahwa dia berkomunikasi dengan wilayah yang berbeda dengan mengubah saluran komunikasi yang dipancarkan dari satelit-satelit. Ayat-ayat ini berbicara terus-menerus tentang kata ‘menemukan.’ Dzulkarnain AS ‘menemukan’ sebuah masyarakat dekat ‘laut berlumpur’, dia ‘menemukan’ sebuah masyarakat di Timur yang tidak memiliki pemahaman. Tindakan ‘menemukan’ ini terjadi melalui proses mencari dan hal ini bisa jadi merupakan sebuah hasil temuan yang didasarkan pada pengamatan saluran satelit.

Ayat-ayat ini mengatakan bahwa orang-orang di Timur tidak memiliki perlindungan dari matahari. Apabila kita merenungkan informasi ini dari sudut pandang teknologi komunikasi, ada dua pesan yang mungkin di sini. Hal yang tersirat di sini bisa dua hal. Pertama, Dzulkarnain AS dapat menyaksikan atau mengumpulkan informasi intelijen melalui satelit dari berbagai wilayah (Allah-lah Yang Maha Tahu). Atau, dia melakukannya melalui teknologi inframerah yang digunakan di berbagai wilayah dewasa ini. Kamera-kamera inframerah digunakan dalam bidang kedokteran, patologi kriminal, meteorologi, kriminologi, intelijen, industri, dan bidang lainnya. Kamera-kamera ini juga dapat mengamati tubuh manusia secara mendalam.

Apabila Dzulkarnain AS ingin berbicara dengan sebuah bangsa, dia dapat melakukan hal itu melalui satelit dan pemancar televisi. Ini memungkinkannya belajar tentang berbagai hal yang dibutuhkan dan dikeluhkan rakyat tanpa melihat di mana mereka tinggal, dan kemudian mengatur wilayah-wilayah itu.

Persekongkolan Ya’juj dan Ma’juj dapat merupakan tindakan teror pada umumnya, atau kekacauan, atau bahkan dilakukan melalui pemancar komunikasi. Misalnya, persekongkolan itu dapat berupa gangguan atas pemancar-pemancar lainnya untuk menyiarkan persekongkolan tersebut. Dzulkarnain AS dapat mencegah pemancar dan persekongkolan seperti ini. Misalnya, dia dapat menggunakan tembaga dan besi yang disebutkan di ayat ini untuk menciptakan sebuah medan elektromagnetik dan mengganggu siaran radio dan televisi tersebut. Transformer yang dibuat dengan menggulung kabel-kabel tembaga di seluruh inti baja adalah salah satu sumber medan elektromagnetik. Sebuah medan elektromagnetik yang kuat dapat mengganggu siaran radio dan televisi.

Kemungkinan lain adalah berupa sebuah piringan satelit massal raksasa. Tujuan begitu besarnya piringan satelit itu adalah mengalahkan sistem pengganggu global Ya’juj dan Ma’juj. Permukaan piringan-piringan ini biasanya terdiri dari aluminium yang lebih ringan dan murah, yang bukan merupakan bahan ideal untuk dapat bekerja baik. Tembaga adalah sebuah konduktor yang jauh lebih baik, dan mungkin lebih disukai karena alasan ini. Akan tetapi, menutupi piringan raksasa ini dengan lembaran tembaga adalah suatu hal yang mustahil. Sebaliknya, memplat piringan itu dengan tembaga campuran akan menghasilkan piringan satelit dengan permukaan yang paling halus dan kinerja yang paling tinggi.

Dinding atau penghambat yang diciptakan melalui siaran yang saling bersaing atau menciptakan sebuah medan magnetik dapat diistilahkan sebagai sebuah ‘hambatan tidak terlihat.’ Sejumlah ilmuwan membaca kata ’saddayn’ di ayat kesembilan puluh tiga sebagai ’suddayn,’ dan ’sadd’ di ayat berikutnya sebagai ’sudd.’ Dalam kata pertama, maknanya bisa menjadi ‘hambatan terlihat’; di bagian kedua, berarti sebuah ‘hambatan tidak terlihat’ (Allah-lah Yang Maha Tahu).

‘Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya,’ seperti dinyatakan di ayat sembilan puluh tujuh, bisa jadi menyebutkan ke hal ini karena Ya’juj dan Ma’juj berupaya mengatasi atau mengambat siaran pemancar ini. Secara mengesankan, bentuk arus yang digunakan stasiun pembajak yang melakukan siaran dalam bentuk gangguan atas siaran lainnya adalah ‘menangkis pancaran.’

Tentang pernyataan ‘hampir tidak dapat memahami pembicaraan’ dalam hal ini dapat berarti bahwa siaran satelit ini kadang-kadang tidak dipahami oleh sebagian orang. Ketika siaran itu terganggu, maka orang-orang itu tidak dapat memahami; tetapi ketika siaran kembali normal, mereka dapat memahami lagi (Allah-lah yang Maha Mengetahui).

Ungkapan ‘laut berlumpur hitam’ di ayat kedelapan puluh enam juga menarik karena melihat matahari terbenam di layar televisi tepat seperti melihat matahari yang tenggelam di dalam laut. Warna-warni di layar berubah ketika matahari tenggelam di atas laut, ini terlihat berwarna keabu-abuan di layar televisi. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang melihat hal ini, pemandangan terlihat seolah-olah tenggelam di dalam lautan berlumpur hitam. Ungkapan ‘aynin hami’e’ yang terdiri dari ‘ayn’ (mata air’ dan ‘hami’ (lumpur) dapat berarti pandangan yang kurang jelas ini.

Selain itu, hubungannya dengan Timur dan Barat dapat menunjukkan bahwa dia berhubungan dengan berbagai belahan dunia ini. Ketika matahari terbit di satu belahan dunia, maka matahari justru terbenam di belahan dunia lainnya.

NILAI NUMERIK (ABJAD) DI SEJUMLAH AYAT DI SURAT AL KAHFI MENUNJUKKAN WAKTU YANG SANGAT DEKAT DENGAN MASA KITA SENDIRI

 

Dan Kami telah meneguhkan hati mereka …. (QS Al Kahfi: 14)
1400 A.H. (Anno Hegirae, kalender Hijriyah) atau 1979 A.D. (Anno Domini, kalender Masehi)

 

Dia berkata, ‘Dzulkarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik …’ (QS Al Kahfi: 95)1409 A.H., atau1988 A.D. (tanpa shaddah)

 

Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu …. (QS Al Kahfi: 84)1440 A.H., atau 2019 A.D. (dengan shaddah)

Sebuah tanda yang menunjukkan permulaan abad keempat belas hijriyah dan akhir abad kedua puluh dan permulaan abad dua puluh satu masehi adalah angka 1980 yang diperoleh dengan mengalikan jumlah Surat Al Kahfi dengan nomor urutan surat ini.

Bediuzzaman Said Nursi juga acapkali mengisyaratkan bahwa waktu ini adalah permulaan Hari Akhir. Dia berkata, misalnya:

Oleh karena itu, orang-orang yang kafir yang tidak mengetahui kebenaran ini berkata, ‘Mengapa para sahabat Nabi yang memiliki hati yang senantiasa waspada dan pandangan cermat dan telah diajarkan dengan seluruh keterangan hari akhir, menganggap sebuah kenyataan yang akan terjadi seribu empat ratus tahun kemudian akan dekat dengan abad mereka, meski gagasan mereka telah menyimpang ribuan tahun dari kebenaran?’9

Surat 18: Surat Al Kahfi (berisi 110 ayat) 18 x 110 = 1980

Bediuzzaman Said Nursi, dengan mengatakan ‘1400 tahun setelah’ Sahabat Nabi menunjukkan tahun-tahun sekitar tahun 1980-an sebagai hari akhir. Perlu dicatat di sini, dia mengatakan 1400, bukan 1373, 1378, dan bukan 1398. Dengan demikian, hal itu adalah abad keempat belas Hijriyah.

Surat Al Kahfi berisi berita yang sangat baik bagi umat Islam. Berita ini, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, mendekati kurun waktu penuh rahmat di Hari Akhir. Apabila Surat Al Kahfi dilihat dari sudut pandang ini, surat ini terlihat menunjukkan tahap-tahap yang berbeda, permulaan, perkembangan, dan kesimpulan Islam di Hari Akhir yang mencapai puncaknya dalam kekuasaan Islam dan berakhir dengan kedatangan ‘Isa AS.

______________________________________

9. Bediuzzaman Said Nursi, Risale-i Nur Collection, The Words, ‘The Twenty-fourth Word: Third Branch

RUJUKAN : Harun Yahya (www.harunyahya.com)

ISLAM PINTU HIDAYAH

Assalamualaikum dan salam sejahtera kepada saudara serta saudari sekalian, Semoga hari ini adalah lebih baik dari hari semalam dan hari ini sebagai pencetus kepada kejayaan dihari mendatang. Saya ingin berkongsi sedikit tentang Islam selaku Agama terbaik untuk seluruh umat manusia dan merupakan fitrah manusia yang lengkap dalam semua aspek.

Bagi pembawa panji-panji islam hendaklah memiliki dan menyedari idea-idea islam yang bersifat sejagat ini, hingga selanjutnya mampu menjaga keindahan ajarannya dan menampilkannya kepada dunia dengan sebaik-baik bentuk. Dengan demikian, Islam dapat dicintai dan diterima.

Islam berpenampilan buruk sebagaimana yang telah dipamerkan oleh sesetangah kelompok, bukanlah islam yang indah seperti yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad saw. Islam adalah agama perdamaian, adil dan penuh dengan sikap toleransi, tanpa wujud kezaliman, paksaan dan sikap permusuhan. Allah swt berfirman yang bermaksud;

(Surah Al-Baqarah 2:190) “Dan janganlah kalian semua saling bermusuhan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang saling bermusuhan.”

Mungkinkah kita mampu meyakinkan kepada dunia dengan keadilan hukum-hukum dan prinsip toleransi dakwah kita selagi kita menampilkan sikap buruk terhadap golongan bukan muslim? Dunia hendaklah menyedari bahawa Islam adalah agama rahmat bagi umat manusia seluruhnya. Islam mengajak kepada suatu kehidupan yang aman sejagat yang didalamnya terdapat prinsip-prinsip sikap saling mengenali, saling berkomunikasi dan prinsip kekeluargaan. Oleh yang demikian, sejak awalnya lagi ramai orang diserata dunia ini tertarik dengan Islam dan mereka pun memeluk Islam secara beramai-ramai.

Ini kerana mereka menjumpai kedamaian untuk diri mereka, kehidupan yang aman dan mampu membina masa hadapan mereka. Antara yang tertarik dengan Islam adalah Bilal al-Habsyi, Salman al-Farisi, Suhaib al-Rumi, Muhammad al-Fatih al-Turki, Nuruddin al-Turkamani, Salahuddin al-Ayubi al-Kurdi, Muhammad Iqbal al-Hindi, Muhammad Ali Kilal al-Amriki dan ramai lagi.

Sesiapa yang ingin memelihara keindahan Islam hendaklah memelihara nilai-nilainya seperti yang telah disampaikan oleh nabi Muhammad saw, seperti sikap saling kenal-mengenali dan prinsip silaturrahim. Allah swt berfirman;

(Surah Al-Hujurat 49:13) “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu semua daripada kamu jenis lelaki dan perempuan dan kemudian Kami menjadikan kamu berbilang bangsa dan kaum supaya kalian dapat saling mengenal sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah di antara kamu adalah yang paling bertaqwa, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Mewaspadai.”

Demikian pula hendaklah sikap keterbukaan berdialog dan berjiwa besar mesti diamalkan sebagaimana firman Allah swt yang bermaksud;

(Surah Al-Ankabut 29:46) “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka.”

Selain itu, prisip tidak ada paksaan dalam memeluk sesebuah agama mesti dikembangkan, sebaliknya setiap perkataan hendaklah disertai dengan hujah dan dalil. Allah swt berfirman yang bermaksud:

(Surah Al-Baqarah 2:256) “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.”

Disamping itu, sikap mengakui kemanusiaan dan hak asasi dalam kehidupan. Allah swt berfirman yang bermaksud;

(Surah Al-Isra’ 17:70) “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam.

bersambung….

Rujukan : Dr.’Aid Abdullah Al-Qarni

By, Penghibur

TIADA BUKTI JESUS (a.s) ADALAH TUHAN

Assalamualaikum dan salam sejahtera, saya nak berkongsi sedkit tentang Jesus (a.s) iaitu Nabi Isa a.s yang diangkat menjadi TUHAN (?) Sehingga ke hari ini, tiada seorangpun dapat membuktikan bahawa Jesus (a.s) adlah Tuhan, mengapa demikian, kerana sebijak mana pun manusia dalam mengkaji hakikat nabi isa a.s ini, maka penghabisan dari semua ini adlaah Jesus (a.s) hanyalah Rasul Utusan Allah swt yang mulia dan diantara 5 nabi Terkemuka Dunia yang mendapat julukan Nabi-Nabi Ulul Azmi kerana ujian yang diterima oleh Nabi-nabi Ulul Azmi ini bukanlah kecil. Umpamanya memindahkan gunung itu lebih mudah jika dibandingkan dengan tugas yang diterima mereka ini dari Allah swt.

(Surah An-Nisaa’ 4:171) Wahai Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani)! Janganlah kamu melampaui batas dalam perkara ugama kamu, dan janganlah kamu mengatakan sesuatu terhadap Allah melainkan yang benar; sesungguhnya Al Masih Isa ibni Maryam itu hanya seorang pesuruh Allah dan Kalimah Allah yang telah disampaikanNya kepada Maryam, dan (ia juga tiupan) roh daripadaNya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasulNya, dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”. Berhentilah (daripada mengatakan yang demikian), supaya menjadi kebaikan bagi kamu. Hanyasanya Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah daripada mempunyai anak. Bagi Allah jualah segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dan cukuplah menjadi Pengawal (Yang Mentadbirkan sekalian makhlukNya).

Sangat jelas disini, perkara terpenting di dalam ayat ini adalah Allah menyatakan bahawa Nabi Isa a.s adalah Rasul Utusan, dan Kalimat daripada Allah serta Roh daripada Allah swt. Jika diteliti dengan sebaiknya, tiada seorangpun umat Kristian dapat menggunakan ayat-ayat Suci Al-Quran untuk membuktikan Ketuhanan Jesus (a.s). Jika ini yang dilakukan oleh Umat Kristian seluruhnya maka Umat Kristian seluruhnya harus mengambil keseluruhan konteks pembicaraan berkenaan Jesus (a.s) di dalam Al-Quran. Diantara firman Allah swt yang penting untuk diperhatikan adalah;

(Surah Al-Maidah 5:72-76)

(72) Demi sesungguhnya! Telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Bahawasanya Allah ialah Al-Masih Ibni Maryam”. Padahal Al-Masih sendiri berkata:” Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu, Bahawasanya sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya Syurga, dan tempat kembalinya ialah neraka; dan tiadalah seorang penolong pun bagi orang-orang yang berlaku zalim”.

(73) Demi sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Bahawasanya Allah ialah salah satu dari tiga tuhan”. Padahal tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Tuhan yang Maha Esa. Dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, sudah tentu orang-orang yang kafir dari antara mereka akan dikenakan azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

(74) Oleh itu tidakkah mereka mahu bertaubat kepada Allah dan memohon keampunannya (sesudah mereka mendengar keterangan-keterangan tentang kepercayaan mereka yang salah dan balasan seksanya)? Padahal Allah Maha pengampun, lagi Maha Mengasihani.

(75) Tiadalah Al-Masih Ibni Maryam itu melainkan seorang Rasul yang telah terdahulu sebelumnya beberapa orang Rasul, dan ibunya seorang perempuan yang amat benar, mereka berdua adalah memakan makanan (seperti kamu juga). Lihatlah bagaimana kami jelaskan kepada mereka (ahli kitab itu) keterangan-keterangan (yang tegas yang menunjukkan kesesatan mereka), kemudian lihatlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh hawa nafsu mereka dari menerima kebenaran yang jelas nyata itu).

(76) Katakanlah (wahai Muhammad): “Patutkah kamu menyembah sesuatu yang lain dari Allah, yang tidak berkuasa memberi mudarat kepada kamu dan tidak juga berkuasa memberi manfaat? Padahal Allah Yang Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui”

Jika umat Kristian menolak konteks ini, maka tiadalah maknanya jika Umat Kristian hendak mengambil sebahagian dari Al-Quran untuk membuktikan Ketuhanan Jesus (a.s). Berbeza jika kita memperhatikan Teks dalam Bible milik Umat Kristian, dimana ayat-ayat didalamnya saling bercanggah antara satu dengan lainnya, tidak dapat kita hendak menjangkanya, kerosakan Teks Bible mencecah ribuan berdasarkan kajian-kajian semasa. Kesucian Kitab Bible menjadi persoalan serius dikalangan Ulama-Ulama Kristian, dengan jelas kepada kita Umat Islam, bahawa tidak ada satupun Kitab didunia ini yang setanding dengan Al-Quran.

By, Penghibur

PENCEMARAN ALAM SEKITAR

ADUAN PENCEMARAN

Aduan mengenai pencemaran alam sekitar boleh dibuat secara bertulis, panggilan telefon atau datang ke Pejabat-Pejabat JAS Negeri berkenaan. Untuk makluman, Bilik Operasi Ibu Pejabat JAS, Putrajaya beroperasi 24 jam.

Talian Aduan : 03 – 8889 1972

Hotline : 1-800-88-2727 Talian Umum
(Mendapatkan Maklumat & Menghubungi Kakitangan JAS)
Telephone: 03-8871 2000 / 2200
Fax: 03-8889 1973/75

Ketua Pengarah Jabatan Alam Sekitar
Fax : 03-8889 1036
Timbalan Ketua Pengarah (Operasi) Jabatan Alam
Fax : 03-8889 4020

 

 

INTIPATI SEBENAR KEBENDAAN

INTISARI MATERI

Orang yang merenungkan sekelilingnya dengan kritis dan bijaksana akan menyadari bahwa segala sesuatu di alam semesta ini — benda hidup atau-pun mati — pasti diciptakan. Sehingga pertanyaannya adalah: “Siapakah pencipta semua ini?”

Jelas bahwa “fakta penciptaan” yang tampak dalam setiap aspek alam semesta, mustahil hasil ciptaan alam semesta itu sendiri. Contohnya, seekor kutu tidak bisa menciptakan dirinya sendiri. Sistem tata surya tidak dapat menciptakan atau mengorganisir diri sendiri. Tanaman, manusia, bakteri, sel darah merah dan kupu-kupu juga tidak dapat menciptakan diri sendiri. Kemungkinan bahwa semua ini bermula “secara kebetulan” bahkan tidak terbayangkan sama sekali.

Oleh karena itu, kita berkesimpulan: segala sesuatu yang kita lihat telah diciptakan. Akan tetapi, tidak ada satu pun yang kita lihat dapat menjadi “pencipta” diri sendiri. Pencipta berbeda dan lebih unggul daripada semua yang kita lihat. Kekuatan Pencipta tidak terlihat tetapi keberadaan dan tanda-tandanya terungkap dalam segala sesuatu yang ada di alam.

Orang-orang yang menolak keberadaan Allah tidak sependapat tentang hal ini. Orang-orang ini terkondisikan untuk tidak mempercayai keberadaan-Nya kecuali mereka melihat-Nya dengan mata kepala sendiri. Kaum ini, yang mengabaikan fakta “penciptaan”, terpaksa mengabaikan aktualitas “penciptaan” yang terwujud di seluruh alam semesta dan secara keliru membuktikan bahwa alam semesta dan kehidupan di dalamnya tidak diciptakan. Teori evolusi merupakan contoh utama usaha mereka yang sia-sia.

Kesalahan mendasar dari mereka yang mengingkari Allah dilakukan pula oleh banyak orang yang sebenarnya tidak sungguh-sungguh menolak keberadaan Allah tetapi mempunyai persepsi salah tentang-Nya. Mereka tidak mengingkari penciptaan tetapi memiliki kepercayaan takhayul mengenai “di mana” Allah. Kebanyakan dari mereka berpikir bahwa Allah berada di “langit”. Mereka diam-diam membayangkan bahwa Allah berada di belakang suatu planet sangat jauh dan sewaktu-waktu mencampuri “urusan duniawi”. Atau barangkali Allah tidak turun tangan sama sekali: Dia menciptakan alam semesta lalu meninggalkannya begitu saja, dan manusia dibiarkan menentukan nasibnya sendiri.

Sementara itu, kalangan lain mendengar bahwa, Allah berada “di mana-mana”, namun mereka tidak dapat memahami maknanya. Mereka berpikir bahwa Allah mengelilingi segala sesuatu seperti gelombang radio atau gas yang tidak dapat diraba dan dilihat.

Akan tetapi, semua gagasan ini dan juga kepercayaan lain yang tidak bisa menjelaskan “di mana” Allah (dan mungkin karena itu mengingkari keberadaan Allah) beranjak dari kesalahan yang sama. Mereka berprasangka tanpa dasar sehingga sampai pada pemahaman yang salah tentang Allah. Prasangka apakah itu?.

Prasangka ini tentang alam dan sifat-sifat materi. Kita demikian terbiasa dengan anggapan tentang keberadaan materi sehingga kita tidak pernah memikirkan apakah materi benar-benar ada atau hanya bayangan. Ilmu pengetahuan modern menghancurkan prasangka ini dan mengungkap sebuah realitas yang sangat penting dan mengesankan.

Dunia Isyarat Elektrik

Semua informasi yang kita miliki tentang dunia tempat kita hidup disampaikan kepada kita melalui lima indra kita. Dunia yang kita ketahui terdiri dari apa yang dilihat mata, diraba tangan, dicium hidung, dikecap lidah, dan didengar telinga kita. Kita tidak pernah berpikir bahwa dunia “luar” mungkin berbeda dengan apa yang disampaikan indra kepada kita, karena kita telah bergantung hanya kepada kelima indra tersebut sejak lahir.

Akan tetapi, penelitian modern dalam berbagai bidang ilmu menunjukkan pemahaman sangat berbeda dan menimbulkan keraguan serius tentang indra kita serta dunia yang kita pahami dengannya.

Titik awal pendekatan ini adalah bahwa gagasan “dunia luar” yang terbentuk dalam otak kita hanya sebuah respon yang diciptakan oleh sinyal-sinyal elektris. Merahnya apel, kerasnya kayu, bahkan, ibu, ayah, keluarga Anda dan segala sesuatu yang Anda miliki, rumah, pekerjaan, kalimat-kalimat dalam buku ini, hanya terdiri atas sinyal-sinyal elektris.

Frederick Vester menjelaskan apa yang telah dicapai ilmu pengetahuan tentang subjek ini:

Pernyataan-pernyataan beberapa ilmuwan bahwa “manusia adalah sebuah citra, segala sesuatu yang dialaminya bersifat sementara dan menipu, dan alam semesta ini adalah bayangan”, tampaknya dibuktikan oleh ilmu pengetahuan mutakhir.

Untuk memperjelas permasalahan ini, mari kita pikirkan indra penglihatan kita, yang memberikan informasi paling luas tentang dunia luar.

Bagaimana Kita Melihat, Mendengar dan Menyentuh?

Proses penglihatan terjadi melalui cara yang sangat canggih. Paket-paket cahaya (foton) yang melintas dari objek ke mata melewati lensa di bagian depan mata. Paket-paket cahaya ini terpecah-pecah dan jatuh terbalik pada retina di bagian belakang mata. Di sini, cahaya tersebut diubah menjadi sinyal-sinyal elektris, kemudian dikirimkan oleh sel-sel saraf ke bintik kecil yang disebut pusat penglihatan di bagian belakang otak. Sinyal listrik ini diterjemahkan sebagai sebuah citra setelah melalui serangkaian proses. Tindakan melihat sebenarnya terjadi dalam bintik kecil ini, yang merupakan tempat gelap pekat dan terisolasi total dari cahaya.

Sekarang, marilah kita kaji kembali proses yang tampaknya biasa dan tidak istimewa ini. Saat kita mengatakan “kita melihat”, sebenarnya kita melihat efek impuls yang mencapai mata dan muncul di dalam otak setelah cahaya diubah menjadi sinyal listrik. Jadi ketika kita mengatakan “kita melihat” sebenarnya kita sedang mengamati sinyal-sinyal elektris di dalam otak kita.


Stimulasi dari sebuah objek diubah menjadi sinyal-sinyal elektris dan mempengaruhi otak. Ketika kita “melihat”, kita sebenarnya menyaksikan efek dari sinyal-sinyal elektris ini dalam pikiran kita.

Semua citra yang kita lihat dalam kehidupan dibentuk di dalam pusat penglihatan, yang hanya beberapa kubik sentimeter dari keseluruhan volume otak. Baik buku yang sedang Anda baca maupun dataran tanpa batas yang Anda lihat ketika menatap cakrawala tercakup dalam ruangan kecil ini. Hal lain yang harus diingat adalah bahwa otak terisolasi dari cahaya, di dalamnya benar-benar gelap. Tidak ada kontak antara otak dengan cahaya itu sendiri.

Kita dapat menjelaskan situasi menarik ini dengan sebuah contoh. Andaikan ada sebuah lilin menyala di depan kita. Kita bisa duduk di depan lilin tersebut dan memperhatikannya untuk beberapa lama. Selama itu otak kita tidak pernah bersentuhan langsung dengan cahaya lilin. Bahkan ketika kita melihat cahaya lilin, bagian dalam otak kita gelap gulita. Kita melihat dunia yang berwarna-warni dan cerah di dalam otak kita yang gelap.

R.L. Gregory memberikan penjelasan berikut tentang aspek menakjubkan dari melihat, suatu kegiatan yang kita anggap biasa saja:

Kita begitu terbiasa dengan melihat sehingga diperlukan lompatan imajinasi untuk menyadari bahwa terdapat kerumitan di balik ini. Tetapi cobalah pikirkan hal ini. Mata kita diberi citra kecil dan terbalik, dan kita melihat benda-benda nyata di sekitar kita. Dari pola simulasi pada retina mata inilah kita memahami dunia benda, dan ini adalah suatu keajaiban.

Hal yang sama berlaku pula bagi seluruh indra kita. Suara, sentuhan, rasa dan aroma seluruhnya dikirimkan dalam bentuk sinyal-sinyal listrik ke otak, di mana sinyal-sinyal ini diterjemahkan di pusatnya masing-masing.

 Bahkan ketika kita merasakan cahaya dan panas nyala api, bagian dalam otak kita tetap gelap gulita dan suhunya tidak pernah berubah.
Berkas cahaya dari sebuah objek jatuh di retina secara terbalik. Di sini, bayangan diubah menjadi sinyal-sinyal elektris dan ditransmisikan ke pusat penglihatan di belakang otak. Karena otak terisolasi dari cahaya, tidak mungkin cahaya mencapai pusat penglihatan. Artinya, kita menyaksikan dunia yang penuh cahaya dan kedalaman dalam titik kecil yang terisolasi dari cahaya.

Proses mendengar terjadi dengan cara yang sama. Telinga luar menangkap suara melalui daun telinga dan membawanya ke telinga bagian tengah; telinga bagian tengah meneruskan dan memperkuat getaran suara ini ke telinga bagian dalam; telinga bagian dalam mengubah getaran suara ini menjadi sinyal-sinyal elektris dan mengirimkannya ke otak. Seperti halnya mata, tindakan mendengar berakhir di pusat pendengaran dalam otak. Otak kita terisolasi dari suara seperti halnya terisolasi dari cahaya. Oleh karena itu, bagaimanapun gaduhnya di luar, bagian dalam otak sunyi senyap.


Semua yang kita lihat sehari-hari dibentuk dalam “pusat penglihatan”, di belakang otak kita, yang hanya berukuran beberapa sentimeter kubik. Baik buku yang sedang Anda baca, maupun pemandangan tanpa batas yang Anda saksikan ketika memandang horizon termuat dalam ruang kecil ini. Karenanya, kita tidak melihat objek dengan ukuran sebenarnya di luar, namun dalam ukuran yang ditangkap oleh otak.

Meskipun demikian, suara paling lemah pun bisa ditangkap dalam otak. Proses ini sangat presisi sehingga telinga orang sehat mampu mendengarkan suara apa pun tanpa gangguan atau interferensi asmosferik. Dalam otak yang terisolasi dari suara, Anda menangkap simfoni orkestra, kebisingan di tempat ramai dan semua jenis suara dalam rentang frekuensi yang lebar mulai dari desir dedaunan hingga deru pesawat jet. Namun jika pada saat itu tingkat suara dalam otak Anda diukur dengan suatu peralatan sensitif, akan didapati bahwa di dalam otak sepenuhnya sunyi.

Persepsi kita tentang aroma terbentuk dengan cara yang sama. Molekul-molekul ‘volatil’ (mudah menguap) yang dikeluarkan benda seperti vanila atau mawar mencapai reseptor (sensor penerima) berupa rambut-rambut lembut di daerah epitel hidung sehingga terjadilah interaksi. Interaksi ini disampaikan ke otak sebagai sinyal elektris dan dipahami sebagai aroma. Segala sesuatu yang kita cium, baik yang enak maupun tidak, pada hakikatnya adalah pemahaman otak terhadap interaksi molekul-molekul volatil yang diubah ke dalam sinyal-sinyal elektris. Anda menangkap bau parfum, bunga, makanan kegemaran, laut atau aroma lain yang Anda suka ataupun tidak, di dalam otak Anda. Molekul-molekul itu sendiri tidak pernah menyentuh otak. Jadi sama dengan pendengaran dan penglihatan, yang sampai ke otak Anda hanya sinyal-sinyal listrik. Dengan kata lain, semua aroma yang sejak lahir Anda anggap berasal dari objek-objek luar, sebenarnya hanya sinyal-sinyal elektris yang Anda rasakan melalui indra.

Demikian pula dengan empat macam reseptor kimiawi di bagian depan lidah manusia. Sensor-sensor ini menangkap rasa asin, manis, asam dan pahit. Setelah serangkaian proses kimia, sensor-sensor rasa mengubah persepsi rasa ini ke dalam sinyal elektris dan mengirimkannya ke otak. Sinyal-sinyal ini dipahami sebagai rasa oleh otak. Rasa yang Anda peroleh ketika Anda memakan coklat atau buah yang Anda suka merupakan interpretasi sinyal-sinyal elektris oleh otak. Anda tidak pernah dapat menjangkau objek di luar tersebut; Anda tidak pernah dapat melihat, mencium atau merasakan coklat itu sendiri. Sebagai contoh, jika saraf pengecap yang terhubung ke otak dipotong, apa pun yang Anda makan tidak akan sampai pada otak; Anda akan kehilangan kemampuan mengecap.

Sampai di sini, kita mendapati fakta lain: kita tidak pernah bisa yakin bahwa apa yang kita rasakan ketika kita mengecap makanan adalah sama dengan apa yang orang lain rasakan ketika dia mengecap makanan yang sama, atau apa yang kita tangkap ketika kita mendengar bunyi adalah sama dengan apa yang ditangkap orang lain ketika dia mendengar bunyi yang sama. Terhadap fakta ini, Lincoln Barnett mengatakan bahwa “tidak seorang pun dapat mengetahui apakah orang lain melihat warna merah atau mendengar nada C sama dengan yang dilihat dan didengarnya.”

Indra peraba kita tidak berbeda dengan indra lainnya. Ketika kita meraba sebuah objek, semua informasi yang membantu kita mengenali dunia luar dan objek-objek dibawa ke otak oleh saraf pada kulit. Rasa sentuhan dibentuk dalam otak kita. Berlawanan dengan keyakinan umum, kita merasakan sentuhan bukan di ujung jari atau kulit melainkan di pusat sentuh di dalam otak. Sebagai hasil tafsiran otak terhadap stimulan-stimulan elektris yang datang dari suatu objek, kita menangkap rasa yang berbeda dari objek-objek tersebut seperti keras atau lunak, panas atau dingin. Kita mendapatkan semua detail informasi yang membantu kita mengenali sebuah objek dari stimulan seperti ini. Dua filsuf terkenal, B. Russell dan L. Wittgeinstein, mengungkapkan pemikiran mereka tentang fakta penting ini sebagai berikut:

Sebagai contoh, apakah sebuah jeruk benar-benar ada atau tidak dan bagaimana buah ini menjadi ada tidak bisa dipertanyakan dan diselidiki. Sebuah jeruk hanya terdiri dari rasa yang dikecap lidah, aroma yang dicium hidung, warna dan bentuk yang dilihat mata; dan hanya sifat-sifat inilah yang dapat dijadikan bahan pengujian dan penelitian. Ilmu pengetahuan tidak akan pernah tahu dunia fisik.

Tidak mungkin kita menjangkau dunia fisik. Semua objek di sekeliling kita adalah kumpulan persepsi dari penglihatan, pendengaran dan sentuhan. Dengan mengolah data di pusat penglihatan dan di pusat-pusat sensoris lain, seumur hidup otak kita berhadapan bukan dengan materi “asli” yang ada di luar kita, melainkan dengan tiruan yang terbentuk di dalam otak. Pada titik inilah kita keliru mengasumsikan bahwa tiruan-tiruan ini adalah materi-materi sejati di luar kita.

“Dunia Luar” dalam Otak Kita

Berdasarkan fakta-fakta fisik yang telah digambarkan sejauh ini, kita dapat meyimpulkan sebagai berikut: segala sesuatu yang kita lihat, sentuh, dengar dan indrakan sebagai “materi”, “dunia” atau “alam semesta” tidak lain hanya sinyal-sinyal listrik dalam otak kita.

Seseorang yang memakan buah pada hakikatnya tidak berhadapan dengan buah sebenarnya tetapi dengan persepsi tentang buah dalam otak. Objek yang dianggap sebagai buah oleh orang tersebut sebenarnya terdiri dari kesan-kesan elektris di dalam otak mengenai bentuk, rasa, bau dan tekstur buah. Jika saraf penglihatan yang terhubung ke otak tiba-tiba rusak, citra buah akan hilang secara tiba-tiba. Putusnya saraf yang menghubungkan sensor-sensor di hidung dengan otak akan mengganggu proses penciuman. Singkatnya, buah hanyalah interpretasi sinyal-sinyal listrik oleh otak.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah kesan jarak. Jarak, misalnya antara Anda dan buku ini, hanya perasaan hampa yang terbentuk di dalam otak. Objek yang tampak jauh dalam pandangan seseorang terbentuk juga di dalam otak. Sebagai contoh, seseorang yang melihat bintang-bintang di langit beranggapan bahwa bintang-bintang tersebut berada dalam jarak jutaan tahun cahaya darinya. Akan tetapi, apa yang dia “lihat” sebenarnya adalah bintang-bintang dalam dirinya sendiri, yaitu di dalam pusat penglihatannya. Ketika Anda membaca kalimat-kalimat ini, Anda sebenarnya tidak berada di dalam ruangan yang Anda kira, sebaliknya ruanganlah yang berada di dalam diri Anda. Karena melihat tubuh Anda, Anda jadi berpikir bahwa Anda berada di dalamnya. Akan tetapi, Anda harus ingat bahwa tubuh Anda juga sebuah citra yang dibentuk di dalam otak.

Hal yang sama berlaku pada semua persepsi Anda lainnya. Sebagai contoh, ketika Anda berpikir bahwa Anda mendengar suara televisi di kamar sebelah, Anda sebenarnya sedang mendengarkan suara tersebut di dalam otak Anda. Anda juga tidak dapat membuktikan bahwa kamar tersebut benar-benar ada di sebelah kamar Anda, atau bahwa suara televisi datang dari kamar tersebut. Baik suara yang Anda pikir datang dari jarak beberapa meter maupun bisikan seseorang di sebelah Anda, ditangkap oleh pusat pendengaran yang berukuran hanya beberapa sentimeter persegi di dalam otak Anda. Terlepas dari pusat persepsi ini, tidak ada konsep seperti kanan, kiri, depan atau belakang. Jadi suara tidak datang pada Anda dari kanan, kiri atau dari udara; tidak ada arah dari mana suara tersebut datang.

Aroma yang Anda tangkap demikian pula; tidak satu aroma pun yang sampai kepada Anda dari jarak jauh. Anda beranggapan bahwa hasil akhir yang terbentuk di dalam pusat penciuman adalah aroma objek di luar. Akan tetapi, sebagaimana citra mawar di dalam pusat penglihatan Anda, aroma bunga ini pun berada di dalam pusat penciuman; tidak ada mawar atau aromanya di luar.

“Dunia luar” yang ditunjukkan oleh persepsi kita hanya kumpulan sinyal listrik yang sampai pada otak kita. Sepanjang hidup kita, sinyal-sinyal ini diproses oleh otak dan kita hidup tanpa menyadari bahwa kita telah keliru menganggap sinyal-sinyal tersebut sebagai wujud asli objek-objek yang berada di “dunia luar”. Kita telah terpedaya karena kita tidak pernah dapat menjangkau materi itu sendiri dengan indra kita.

Lagi-lagi, otak kitalah yang menafsirkan dan memaknai sinyal-sinyal yang kita anggap sebagai “dunia luar”. Sebagai contoh, marilah kita perhatikan indra pendengaran. Sesungguhnya otak kitalah yang mengubah gelombang suara di “dunia luar” menjadi sebuah simfoni. Sehingga dapat dikatakan bahwa musik adalah persepsi yang dibuat oleh otak kita. Dengan cara yang sama, ketika kita melihat warna, apa yang sampai pada mata kita hanya sinyal-sinyal listrik dengan beragam panjang gelombang. Sekali lagi otak kitalah yang mengubah sinyal-sinyal ini menjadi warna. Tidak ada warna di “dunia luar”. Apel juga tidak merah, langit tidak biru atau pohon tidak hijau. Apel, langit dan pohon terlihat seperti itu hanya karena kita mengindranya seperti itu. “Dunia luar” sepenuhnya tergantung pada pengindraan seseorang.

Bahkan kerusakan kecil pada retina mata dapat menyebabkan buta warna. Ada orang yang menangkap warna biru sebagai hijau, ada yang menangkap merah sebagai biru dan ada pula yang melihat semua warna sebagai abu-abu dengan beragam intensitas. Dalam hal ini, tidak penting lagi apakah objek di luar berwarna atau tidak.
Pemikir terkemuka, Berkeley, juga mengungkapkan fakta ini:

Pada awalnya, dipercaya bahwa warna, aroma dan sebagainya “benar-benar ada”, tetapi berangsur-angsur pandangan seperti itu ditinggalkan, dan kemudian dipahami bahwa hal-hal tersebut tergantung pada pengindraan kita.

Penemuan-penemuan fisika modern menunjukkan bahwa alam semesta merupakan suatu kumpulan persepsi. Pertanyaan berikut muncul pada sampul majalah ilmu pengetahuan Amerika terkenal, New Scientist yang mengangkat fakta ini dalam terbitan 30 Januari 1999: “Di Luar Realitas: Apakah Alam Semesta Sebenarnya Sebuah Pesiar Informasi dan Materi Hanyalah Fatamorgana?”

Pengetahuan Manusia Yang Terbatas

Makna lain dari berbagai kenyataan yang telah dipaparkan sejauh ini adalah bahwa sebenarnya, pengetahuan manusia tentang dunia luar sungguh sangat terbatas.

Pengetahuan itu terbatas pada kelima indra kita, dan tidak ada bukti bahwa dunia yang kita kenali melalui kelima indra itu sama persis dengan dunia “yang sesungguhnya”.

Jadi, dunia tersebut bisa saja sangatlah berbeda dari apa yang kita kenali. Mungkin saja terdapat sangat banyak dimensi dan wujud lain yang belum kita ketahui. Sekalipun jika kita menjangkau titik-titik terjauh dari alam semesta, pengetahuan kita akan senantiasa tetap terbatas. Tuhan Yang Mahakuasa, Pencipta segala sesuatu, memiliki pengetahuan menyeluruh dan sempurna atas segala sesuatu yang, karena telah diciptakan Tuhan, mampu memiliki sebatas pengetahuan yang Dia izinkan.

Dalam hal ini, filsuf ilmu pengetahuan terkemuka, Bertrand Rusell, menulis:

Sentuhan yang terasa ketika kita menekan meja dengan jari-jari kita, yaitu gangguan elektris pada proton dan elektron di ujung jari kita. Menurut fisika modern, hal ini dihasilkan oleh kedekatan proton dan elektron pada meja. Jika gangguan elektris yang sama pada ujung jari kita ditimbulkan dengan cara lain, kita masih merasakan meja di ujung jari kita, walaupun meja tersebut tidak ada.

Memang kita mudah tertipu, mempercayai suatu persepsi walaupun dalam kenyataannya tidak ada materi yang berkaitan dengannya. Kita sering mengalami perasaan ini dalam mimpi. Dalam mimpi, kita mengalami kejadian, melihat orang, objek dan lingkungan yang tampak nyata. Tetapi semuanya hanya persepsi. Tidak ada perbedaan mendasar antara mimpi dan “dunia nyata”; keduanya dialami dalam otak.

Siapakah Sang Pelaku Pengindraan?


Otak adalah setumpuk sel yang terbuat dari proten dan molekul-molekul lemak. Otak terbentuk dari sel-sel saraf yang disebut neuron. Tidak ada kekuatan apa pun dalam potongan daging ini untuk mengamati imaji-imaji, untuk memberi kesadaran, atau untuk menciptakan keberadaan yang kita sebut “diri sendiri”.

Seperti yang telah kita bahas sejauh ini, tidak ada keraguan terhadap fakta bahwa dunia yang kita pikir kita diami dan kita sebut “dunia luar” dibentuk di dalam otak kita. Akan tetapi, di sini muncul pertanyaan penting. Jika semua kejadian fisik yang kita ketahui, pada hakikatnya adalah persepsi, bagaimana dengan otak kita? Karena otak kita adalah bagian dari dunia fisik seperti halnya lengan, kaki atau objek lain, maka otak pun seharusnya merupakan persepsi seperti semua objek lainnya.

Sebuah contoh tentang mimpi akan membuat masalah ini menjadi lebih jelas. Mari kita pikirkan bahwa kita melihat mimpi dalam otak kita sesuai dengan apa yang telah dikatakan sejauh ini. Di dalam mimpi kita akan memiliki tubuh imajiner, lengan imajiner, mata imajiner dan otak imajiner. Jika selama mimpi kita ditanya “Di mana Anda melihat?”, kita akan menjawab “Saya melihat di dalam otak saya”. Meskipun sebenarnya tidak ada otak untuk kita bicarakan, hanya ada kepala imajiner dan otak imajiner. Yang melihat citra-citra ini bukan otak imajiner dalam mimpi, melainkan “sesuatu” yang jauh lebih superior daripadanya.

Kita tahu bahwa tidak ada perbedaan fisik antara situasi mimpi dan situasi yang kita sebut sebagai “kehidupan nyata”. Jadi ketika dalam setting yang kita sebut “dunia nyata” kita ditanya “di mana Anda melihat” maka jawaban “di dalam otak” sama tidak berartinya dengan contoh di atas. Pada kedua kondisi, entitas yang melihat dan merasa bukan otak, yang bagaimanapun hanya seonggok daging.

Sejauh ini, kita telah berbicara berulang-ulang tentang bagaimana kita menyaksikan sebuah salinan dari dunia luar di dalam otak kita. Satu makna pentingnya adalah bahwa kita tidak pernah dapat merasakan dunia luar sebagaimana yang sesungguhnya.

Kenyataan berikutnya, dan yang tidak kalah penting adalah bahwa “wujud mandiri [kesadaran]” di dalam otak kita yang menyaksikan dunia ini tidaklah mungkin otak itu sendiri, yang menyerupai perangkat komputer terpadu: mengolah data yang sampai kepadanya, menerjemahkan ke dalam gambar, dan menampilkannya pada layar. Namun sebuah komputer tidak mampu menyaksikan wujudnya sendiri, tidak pula komputer itu sadar akan keberadaannya.

Ketika otak dianalisa, yang ditemukan hanya lipida dan protein, molekul yang juga terdapat pada organisme lain. Berarti di dalam sepotong daging yang kita sebut “otak”, tidak ada apa pun yang dapat digunakan untuk mengamati citra, membangun kesadaran atau mencipta seseorang yang kita sebut “saya”.

R. L. Gregory merujuk kekeliruan yang dilakukan orang-orang berkaitan dengan persepsi citra di dalam otak:

Ada godaan, yang harus dihindari, untuk mengatakan bahwa mata menghasilkan gambar di dalam otak. Gambar di dalam otak berarti memerlukan sejenis mata internal untuk melihatnya — tetapi mata internal ini akan memerlukan mata lain lagi untuk melihat gambarnya… dan seterusnya tanpa akhir antara mata dan gambar. Ini benar-benar absurd.

Fakta inilah yang menempatkan materialis — yang tidak mempercayai apa pun kecuali materi sebagai kebenaran — dalam kesulitan. Milik siapakah “mata di dalam” yang melihat, yang memahami apa yang dilihatnya dan bereaksi?

Karl Pribram juga menyoroti pertanyaan tentang siapakah sang pelaku pengindraan tersebut, suatu pertanyaan penting di dunia ilmu pengetahuan dan filsafat:

Sejak zaman Yunani, filsuf-filsuf telah berpikir tentang “hantu di dalam mesin”, “orang kecil di dalam orang kecil” dan seterusnya. Di manakah “saya”, orang yang menggunakan otaknya? Siapakah dia yang menyadari tindakan memahami? Seperti dikatakan Saint Francis of Assisi: “Yang kita cari adalah siapa yang melihat.”

Sekarang mari kita renungkan: buku di tangan Anda, ruangan di mana Anda berada, singkatnya, semua citra di depan Anda dilihat di dalam otak. Apakah atom-atom yang melihat citra ini? Atom yang buta, tuli, dan tidak memiliki kesadaran? Apakah tindakan kita berpikir, memahami, mengingat, merasa senang, merasa tidak bahagia dan semua hal lainnya terdiri atas reaksi elektrokimia antara atom-atom ini?

Ketika kita memikirkan pertanyaan ini, kita melihat bahwa mencari kehendak dalam atom adalah tidak masuk akal. Jelas bahwa sesuatu yang melihat, mendengar dan merasa adalah wujud supramaterial. Wujud ini “hidup” dan dia bukan materi atau citra materi. Wujud ini berhubungan dengan persepsi di depannya dengan menggunakan citra tubuh kita.

Wujud ini adalah “Roh”.

Wujud berakal yang menulis dan membaca kalimat-kalimat ini bukan kumpulan atom dan molekul — serta reaksi kimia di antaranya — melainkan sebuah “Roh”.

Wujud Mutlak yang Nyata

Semua fakta ini membawa kita langsung pada pertanyaan yang sangat penting. Jika sesuatu yang kita akui sebagai dunia materi hanya terdiri dari persepsi-persepsi yang dilihat oleh jiwa, lalu apa sumber persepsi-persepsi ini?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus mempertimbangkan fakta berikut: materi tidak memiliki kemampuan untuk mengatur eksistensinya sendiri. Karena materi adalah sebuah persepsi, maka materi bersifat “artifisial”. Keberadaan persepsi ini harus disebabkan oleh kekuatan lain, yang berarti bahwa persepsi sebenarnya diciptakan. Selain itu, penciptaan ini harus kontinu. Jika tidak ada penciptaan kontinu dan konsisten, maka apa yang kita sebut materi akan menghilang dan musnah. Mirip dengan televisi, di mana sebuah gambar akan ditayangkan selama sinyal dipancarkan.

Jadi siapa yang membuat jiwa kita melihat bintang, bumi, tanaman, orang, badan kita dan semua yang kita lihat?

Sangat jelas bahwa ada Pencipta Agung, yang telah menciptakan seluruh dunia materi, yaitu kumpulan persepsi, dan yang meneruskan penciptaan-Nya tiada henti. Karena Pencipta ini menunjukkan penciptaan yang demikian hebat, Dia pasti memiliki daya dan kekuatan abadi.

Pencipta ini mengenalkan diri-Nya kepada kita. Dia telah meurunkan sebuah kitab dalam semesta pengindraan yang telah diciptakan-Nya. Melalui kitab tersebut Dia telah menggambarkan diri-Nya sendiri, alam semesta dan alasan keberadaan kita.

Pencipta ini adalah Allah dan nama kitab-Nya adalah Al Quran.

Fakta bahwa langit dan bumi atau alam semesta tidak kekal, bahwa keberadaannya dimungkinkan hanya oleh penciptaan Allah dan bahwa alam semesta akan musnah ketika Dia mengakhiri penciptaan ini.

Jika Tuhan tidak berkehendak menampilkan gambar dunia ini kepada otak kita, maka seluruh alam semesta tidak akan ada lagi untuk kita, dan kita tidak akan pernah mampu menjangkaunya.

Kenyataan bahwa kita tidak pernah mampu berhubungan langsung dengan alam semesta yang bersifat materi ini juga menjawab pertanyaan “Di mana Tuhan?” yang menyibukkan pemikiran banyak orang.

Sebagaimana telah dijelaskan pada bagian awal, banyak orang tidak memiliki pemahaman yang benar tentang Allah sehingga mereka membayangkan-Nya sebagai suatu wujud yang ada di suatu tempat di langit dan tidak sepenuhnya mencampuri urusan duniawi. Dasar logika ini sebenarnya terletak pada pemikiran bahwa alam semesta adalah kumpulan materi dan Allah berada di “luar” dunia materi ini, yaitu di tempat yang sangat jauh. Pada agama-agama palsu, kepercayaan terhadap Allah terbatas pada pemahaman ini.

Akan tetapi, persis sebagaimana ketidakmampuan kita bersentuhan langsung dengan alam semesta yang bersifat materi ini, tidak pula kita mampu memiliki pengetahuan menyeluruh tentang intisari alam semesta tersebut. Semua yang kita tahu adalah keberadaan Pencipta Yang memunculkan segala sesuatu ini menjadi ada—dengan kata lain, Tuhan. Untuk mengungkapkan kebenaran itu, para ulama Islam seperti Imam Rabbani telah berkata bahwa satu-satunya wujud mutlak adalah Tuhan; dan segala sesuatu lainnya, kecuali Dia, hanyalah wujud bayangan [maya/fana].

(QS. Al Anaam, 6: 103) Karena masing-masing wujud material adalah persepsi, mereka tidak dapat melihat Allah; tetapi Allah melihat materi yang Dia ciptakan dalam segala bentuknya. Dalam Al Quran, fakta ini dinyatakan dengan: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” Kita tidak dapat menangkap keberadaan Allah dengan mata kita, tetapi Allah secara menyeluruh meliputi diri kita, baik bagian dalam maupun bagian luar, termasuk penglihatan dan pemikiran kita. Kita tidak dapat mengucapkan satu kata atau menarik satu napas pun kecuali dengan pengetahuan-Nya.

Ketika seseorang berpikir bahwa tubuhnya tersusun atas “materi”, dia tidak dapat memahami fakta penting tersebut. Jika dia menjadikan otaknya sebagai “dirinya”, maka tempat yang dia maksud sebagai luar hanyalah 20-30 senti-meter darinya. Namun, ketika dia memahami bahwa materi sebenarnya tidak ada dan bahwa segala sesuatu hanya imajinasi, maka pengertian seperti luar, dalam atau dekat akan kehilangan arti. Allah meliputinya dan Dia “sangat dekat” dengannya.

Allah memberitahu manusia bahwa Dia berada sangat dekat dengan mereka melalui ayat “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat…” (QS. Al Baqarah, 2: 186). Ayat lain berkaitan dengan fakta yang sama: “Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: ‘Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia’.” (QS. Al Isra, 17: 60).

Manusia keliru dengan berpikir bahwa wujud yang terdekat dengannya adalah dirinya sendiri. Allah sebenarnya lebih dekat dengan kita dari-pada kita sendiri. Sebagaimana disampaikan dalam ayat tersebut, orang-orang hidup tanpa menyadari fakta luar biasa ini karena mereka tidak melihat dengan mata mereka.

Sebaliknya, manusia yang hanya berupa wujud bayangan tidak mungkin memiliki kekuatan dan kehendak lepas dari Allah. Allah memberi wujud bayangan ini perasaan bahwa dirinyalah yang melempar. Dalam kenyataannya, Allah yang melakukan semua tindakan. Jadi jika seseorang beranggapan bahwa apa yang diperbuatnya adalah perbuatan dirinya sendiri, sebenarnya ia menipu dirinya.

Ini adalah kenyataan. Seseorang mungkin tidak mau mengakui kenyataan ini dan berpikir bahwa dirinya adalah wujud yang tidak bergantung kepada Allah; namun sikap ini tidak mengubah apa pun.

Segala Sesuatu yang Anda Miliki pada Hakikatnya Adalah Ilusi

Sebagaimana terlihat dengan jelas, merupakan fakta ilmiah dan logis bahwa “dunia luar” tidak memiliki realitas materialistis tetapi merupakan kumpulan citra yang dihadapkan secara terus-menerus kepada jiwa kita oleh Allah. Akan tetapi, orang biasanya tidak memasukkan, atau cenderung tidak mau memasukkan segala sesuatu ke dalam konsep “dunia luar”.

Jika Anda memikirkan hal ini dengan tulus dan berani, Anda akan menyadari bahwa rumah, perabotan di dalamnya, mobil yang mungkin baru saja dibeli, kantor, perhiasan, rekening di bank, koleksi pakaian, suami atau istri, anak-anak, rekan sejawat, dan semua yang Anda miliki sebenarnya termasuk dalam dunia luar imajiner yang diproyeksikan kepada Anda. Segala sesuatu yang Anda lihat, dengar, atau cium — singkatnya, Anda tangkap dengan kelima indra adalah bagian dari “dunia imajiner” ini. Suara penyanyi favorit Anda, kerasnya kursi yang Anda duduki, parfum yang aromanya Anda suka, matahari yang menghangatkan tubuh Anda, bunga dengan warna yang indah, burung yang terbang di depan jendela Anda, speedboat yang bergerak cepat di atas air, kebun Anda yang subur, komputer yang Anda gunakan di tempat kerja, hi-fi dengan teknologi tercanggih di dunia….

Ini adalah kenyataan, karena dunia ini hanyalah kumpulan citra yang diciptakan untuk menguji manusia. Manusia diuji sepanjang hidupnya yang terbatas dengan persepsi-persepsi yang tidak mengandung realitas. Persepsi-persepsi ini sengaja dihadirkan secara menggoda dan memikat.

Sebagian besar orang mengabaikan agamanya karena daya tarik kekayaan, rumah, timbunan emas dan perak, uang, perhiasan, rekening bank, kartu kredit, lemari penuh dengan pakaian, mobil model terbaru; singkatnya, semua bentuk kemakmuran yang mereka miliki atau mereka usahakan untuk memilikinya. Orang-orang seperti ini hanya memikirkan dunia ini dan melupakan hari akhir. Mereka tertipu oleh wajah dunia yang cantik dan gemerlap ini, dan tidak menegakkan shalat, memberi sedekah kepada kaum miskin, melakukan ibadah yang akan membuat mereka bahagia di hari akhir. Mereka mengatakan, “Masih ada yang harus saya kerjakan”, “Saya memiliki cita-cita”, “Saya punya tanggung jawab”, “Saya tidak punya banyak waktu”, “Saya harus menyelesaikan pekerjaan”, “Saya lakukan nanti saja”. Mereka mengisi hidup dengan berusaha hanya untuk bahagia di dunia ini.


Jika seseorang merenungkan dalam-dalam semua yang disampaikan di sini, dia akan segera menyadari sendiri situasi yang luar biasa dan menakjubkan ini: bahwa semua kejadian di dunia tak lebih dari imajinasi belaka…

Fakta yang kami gambarkan dalam bab ini, yaitu bahwa segala sesuatu adalah citra, merupakan hal yang sangat penting karena implikasinya membuat semua nafsu dan batas-batas menjadi tidak berarti. Pembuktian fakta ini memperjelas bahwa segala sesuatu yang dimiliki dan diusahakan orang, kekayaan yang diperoleh dengan tamak, anak-anak yang mereka banggakan, suami atau istri yang mereka anggap sebagai bagian terdekat, teman-teman mereka, tubuh mereka, kedudukan tinggi yang mereka pertahankan, sekolah yang telah mereka ikuti, liburan yang mereka lalui: semuanya hanyalah ilusi. Oleh karena itu, semua usaha yang dikerahkan, waktu yang dihabiskan serta ketamakan mereka, terbukti tidak berguna.

Itulah mengapa sebagian orang secara tidak sadar mempermainkan diri sendiri ketika mereka membanggakan kekayaan dan harta, atau “kapal pesiar, helikopter, pabrik, perusahaan, rumah dan tanah” mereka, seolah-olah semuanya benar-benar ada. Orang-orang kaya ini dengan bangga bepergian dengan kapal pesiar mereka, memamerkan mobil-mobil mereka, terus membicarakan kekayaan mereka, menganggap bahwa jabatan menempatkan status mereka lebih tinggi dari orang lain, dan terus berpikir bahwa mereka sukses karena semua itu. Orang-orang ini seharusnya memikirkan status apa yang akan mereka dapati bagi diri mereka setelah menyadari bahwa kesuksesan itu bukan apa-apa melainkan ilusi belaka.

Dalam kenyataannya, pemandangan ini sering terlihat dalam mimpi pula. Dalam mimpi, mereka pun memiliki rumah, mobil balap, perhiasan sangat mahal, gulungan uang, serta timbunan emas dan perak. Dalam mimpi, mereka juga menempati status sosial tinggi, memiliki pabrik dengan ribuan pekerja, memiliki kekuasaan untuk mengatur banyak orang, berpakaian yang membuat setiap orang kagum. Seperti halnya membanggakan kepemilikan dalam mimpi membuat seseorang menjadi bahan ejekan, ia pasti akan dipermalukan juga jika membanggakan citra yang dilihatnya di dunia ini. Bagaimanapun juga, baik yang dilihatnya dalam mimpi maupun yang dimilikinya di dunia ini hanyalah citra dalam otak.

Sama halnya, cara orang bereaksi terhadap kejadian-kejadian yang dialami di dunia akan membuat mereka malu ketika menyadari kenyataan sebenarnya. Mereka yang saling bertengkar sengit, berteriak-teriak marah, menipu, menerima suap, terlibat pemalsuan, berbohong, rakus menimbun uang, berbuat salah terhadap orang lain, memukul dan mengutuk orang lain, menjadi penindas, berambisi pada pekerjaan dan status, iri hati, pamer, menganggap diri sendiri suci, dan sebagainya, akan malu ketika menyadari bahwa mereka telah melakukan semua perbuatan ini dalam mimpi.

Karena Allah lah yang menciptakan semua citra ini. Dia lah pemilik akhir segala sesuatu. Menyingkirkan agama demi nafsu imajiner adalah kebodohan besar yang menyebabkan hilangnya kesempatan untuk kehidupan penuh berkah di surga.

Sampai tahap ini, ada satu hal yang harus dipahami dengan baik: di sini tidak dikatakan bahwa fakta yang Anda hadapi menyatakan “semua kepemilikan, kekayaan, anak, suami/istri, teman-teman, status yang menjadikan Anda kikir akan lenyap cepat atau lambat, dan oleh karena itu, semuanya tidak berarti”. Yang tepat adalah bahwa “semua hal yang tampaknya Anda miliki sebenarnya tidak ada sama sekali, seluruhnya hanya sebuah mimpi dan tersusun atas citra yang diperlihatkan Allah untuk menguji Anda”. Bisa Anda lihat, ada perbedaan besar antara kedua pernyataan di atas.

Meskipun seseorang tidak langsung mau mengakui fakta ini dan lebih suka menipu diri sendiri dengan berasumsi bahwa segala sesuatu yang dimilikinya benar-benar ada, pada akhirnya ia akan mati dan segala sesuatu akan menjadi jelas pada saat ia diciptakan kembali di hari akhir nanti. Akan tetapi, jika ia menghabiskan waktu hidupnya mengejar tujuan-tujuan imajiner, ia akan berharap tidak pernah menjalani hidup tersebut .

Apa yang harus dilakukan oleh manusia bijak, di lain pihak, adalah mencoba memahami kenyataan terbesar alam semesta di sini, di dunia ini, ketika ia masih memiliki waktu. Jika tidak, ia hanya akan menghabiskan hidupnya untuk mengejar mimpi dan menghadapi hukuman pedih di akhirat kelak.

Logika Pendek Materialis

Sejak awal bab ini, dengan jelas dinyatakan bahwa materi bukan wujud mutlak seperti yang dikatakan materialis, melainkan kumpulan rasa yang diciptakan Allah. Materialis menolak mentah-mentah realitas yang merusak filsafat mereka dan mengajukan antitesis yang tidak berdasar.

Sebagai contoh, salah satu pendukung filsafat materialisme abad ke-20, seorang Marxis tulen bernama George Politzer memberikan “contoh bis” sebagai “bukti terkuat” keberadaan materi. Menurutnya, filsuf-filsuf yang berpikir bahwa materi adalah persepsi, akan lari ketika mereka melihat bis (yang akan menabrak mereka), dan ini bukti eksistensi fisik materi.

Ketika seorang materialis terkenal lainnya, Johnson, diberitahu bahwa materi hanya kumpulan persepsi, dia mencoba “membuktikan” eksistensi fisik batu dengan menendangnya.

Contoh serupa diperlihatkan oleh Friedrich Engels, pembimbing Politzer dan pendiri materialisme dialektik bersama Marx. Ia pernah menulis “jika kue yang kita makan hanya persepsi, maka kue itu tidak akan menghilangkan rasa lapar kita”.

Masih banyak contoh dan kalimat kasar lainnya seperti “Anda akan mengerti eksistensi materi setelah Anda ditampar” dalam buku-buku materialis terkenal seperti Marx, Engels, Lenin dan lainnya

Kekacauan pemahaman yang menyebabkan materialis memberikan contoh-contoh di atas adalah karena penjelasan “materi adalah persepsi” dipahami sebagai “materi adalah permainan cahaya”. Mereka berpikir bahwa konsep persepsi hanya pada penglihatan dan bahwa persepsi seperti sentuhan memiliki korelasi fisik. Contoh bis yang menabrak orang membuat mereka berkata, “Lihat, terjadi tabrakan, jadi itu bukan persepsi”. Mereka tidak memahami bahwa semua persepsi yang dialami dalam tabrakan bis seperti hantaman, benturan, dan rasa sakit terbentuk dalam otak.

Mimpi sebagai Contoh

Contoh terbaik untuk menjelaskan realitas ini adalah mimpi. Seseorang dapat mengalami kejadian yang sangat nyata dalam mimpinya. Dia bisa jatuh dari tangga sehingga kakinya patah, mengalami kecelakaan mobil yang fatal, tergilas bis, atau makan kue dan merasa kenyang. Kejadian-kejadian dalam kehidupan sehari-hari itu juga dialami dalam mimpi secara meyakinkan dan menimbulkan perasaan yang sama pula.

Seseorang yang bermimpi bahwa dirinya tertabrak bis dapat membuka matanya kembali di rumah sakit masih dalam mimpinya dan menyadari bahwa dirinya cacat, tetapi semuanya hanya mimpi. Dia juga bisa bermimpi bahwa dia meninggal dalam sebuah tabrakan mobil, malaikat maut mengambil jiwanya, dan kehidupannya di alam baka dimulai. (Kejadian yang sama dialami dengan cara yang sama dalam kehidupan ini, yang sebenarnya hanya persepsi seperti mimpi tersebut.)

Orang ini dengan sangat jelas menangkap citra, suara, rasa benturan, cahaya, warna, dan semua perasaan lain yang berkaitan dengan kejadian yang dialaminya di dalam mimpi. Persepsi yang diterima dalam mimpinya sama wajarnya dengan persepsi dalam kehidupan “nyata”. Kue yang dimakannya di dalam mimpi mengenyangkannya, meskipun kue tersebut hanya persepsi, sebab rasa kenyang pun merupakan persepsi. Padahal pada saat itu, dalam kenyataan, orang ini sedang berbaring di tempat tidur. Sebenarnya tidak ada tangga, lalu lintas, dan bis. Orang yang bermimpi mengalami serta melihat persepsi dan perasaan yang tidak ada di dunia luar. Kenyataan bahwa di dalam mimpi, kita mengalami, melihat, dan merasakan kejadian-kejadian tanpa korelasi fisik dengan “dunia luar”, secara jelas mengungkapkan bahwa “dunia luar” sebenarnya hanya terdiri dari persepsi-persepsi.

Mereka yang meyakini filsafat materialisme, dan terutama penganut Marxisme, menjadi sangat marah ketika kenyataan ini diungkapkan. Mereka mengutip contoh-contoh pemikiran dangkal dari Marx, Engels, atau Lenin dan membuat pernyataan yang emosional.

Akan tetapi, orang-orang ini mesti berpikir bahwa mereka juga dapat membuat pernyataan ini di dalam mimpi mereka. Dalam mimpi, mereka juga dapat membaca “Das Kapital”, menghadiri pertemuan, berkelahi dengan polisi, terkena pukulan di kepala, bahkan merasakan sakit pada luka-luka mereka. Ketika mereka ditanya dalam mimpi, mereka akan berpikir bahwa apa yang mereka alami dalam mimpi juga terdiri atas “materi absolut”— sebagaimana mereka menganggap segala sesuatu yang mereka lihat ketika bangun adalah “materi absolut”. Akan tetapi, baik dalam mimpi atau dalam kehidupan sehari-hari, semua yang mereka lihat, alami atau rasakan hanya terdiri atas persepsi-persepsi.

DUNIA DI DALAM MIMPIBagi Anda, realitas adalah semua yang dapat disentuh dengan tangan dan dilihat dengan mata. Di dalam mimpi, Anda juga dapat “menyentuh dengan tangan dan melihat dengan mata Anda”, namun dalam kenyataan, Anda tidak memiliki tangan dan mata, juga tidak ada yang dapat disentuh atau dilihat. Tidak ada realitas material yang membuat hal ini terjadi kecuali otak Anda. Anda telah tertipu.

Apakah yang memisahkan kehidupan nyata dengan mimpi? Pada dasarnya kedua bentuk kehidupan tersebut terjadi di dalam otak. Jika kita dengan mudah dapat hidup dalam dunia tak nyata selama bermimpi, hal yang sama dapat terjadi di dunia yang kita diami. Ketika kita terbangun dari sebuah mimpi, tidak ada alasan logis untuk tidak berpikir bahwa kita telah memasuki mimpi yang lebih panjang yang kita sebut “kehidupan nyata”. Anggapan kita bahwa mimpi adalah khayalan dan dunia sadar adalah dunia sesungguhnya, merupakan kebiasaan dan praduga. Jadi bisa saja kita dibangunkan dari kehidupan di bumi — yang kita anggap tempat kita hidup sekarang — sebagaimana kita dibangunkan dari sebuah mimpi.

Contoh Penyambungan Saraf secara Paralel

Marilah kita pikirkan tabrakan mobil yang dicontohkan Politzer. Dalam kecelakaan ini, jika saraf orang yang tertabrak — yang menghubungkan kelima indra dengan otaknya — dihubungkan dengan otak orang lain, misalnya otak Politzer, melalui sambungan paralel, maka pada saat bis menabrak orang tersebut, bis yang sama akan menabrak Politzer yang sedang duduk di rumahnya. Dengan kata lain, semua perasaan yang dialami orang tersebut akan dialami oleh Politzer, seperti halnya lagu yang sama didengarkan dari dua pengeras suara yang terhubungkan ke tape recorder yang sama. Politzer akan merasa, melihat dan mengalami bunyi rem bis, benturan bis pada tubuhnya, gambaran lengan patah dan darah tertumpah, nyeri patah tulang, gambaran dirinya memasuki ruang operasi, kerasnya gips dan lemahnya tangan.

Setiap orang yang terhubung ke saraf tersebut secara pararel, akan mengalami kejadian yang sama dari awal hingga akhir seperti Politzer. Jika orang dalam kecelakaan tersebut mengalami koma, mereka semua akan mengalami koma. Bahkan jika semua persepsi yang berkaitan dengan kecelakaan direkam dalam suatu alat dan jika semua persepsi ini ditransmisikan ke seseorang, maka bis akan menabrak orang ini berkali-kali.

Dengan demikian, bis penabrak manakah yang benar-benar ada? Filosofi materialis tidak memiliki jawaban konsisten untuk pertanyaan ini. Jawaban yang benar adalah mereka semua mengalami kecelakaan mobil secara mendetail di dalam pikiran mereka sendiri.

Prinsip yang sama berlaku pada contoh kue dan batu. Jika saraf dari organ indra Engels, yang merasa puas dan kenyang setelah makan kue, dihubungkan secara pararel ke otak orang kedua, maka orang ini juga akan merasa kenyang seperti Engels. Jika saraf Johnson, yang merasakan kakinya sakit ketika menendang batu dengan keras, dihubungkan ke orang kedua secara paralel, orang ini juga akan merasakan sakit yang sama.

Jadi, kue atau batu mana yang benar-benar ada? filsafat materialis kembali tidak mampu memberikan jawaban konsisten untuk pertanyaan ini. Jawaban yang benar dan konsisten adalah: baik Engels dan orang kedua telah memakan kue dalam pikiran mereka dan merasa kenyang; baik Johnson dan orang kedua mengalami saat-saat menendang batu dalam pikiran mereka.

Mari kita buat perubahan dalam contoh kasus Politzer. Kita hubungkan saraf orang yang tertabrak bis ke otak Politzer, dan sebaliknya kita hubungkan saraf Politzer yang duduk di rumah ke otak orang yang tertabrak bis. Dalam kasus ini, Politzer akan merasa bahwa bis telah menabraknya meskipun dirinya sedang duduk di rumah; sedangkan orang yang sebenarnya tertabrak tidak akan pernah merasakan akibat kecelakaan tersebut dan merasa bahwa dirinya sedang duduk di rumah Politzer. Logika yang sama berlaku pula untuk contoh kue dan batu.

Sebagaimana terlihat, manusia tidak mungkin melampaui dan terlepas dari indranya. Dalam hal ini, jiwa manusia dapat dihadapkan pada semua macam situasi meskipun tidak memiliki tubuh, tidak berwujud materi dan tidak memiliki bobot materi. Tidak mungkin manusia menyadari hal ini karena ia berasumsi bahwa citra tiga dimensi ini benar-benar ada dan sangat meyakini keberadaannya karena setiap orang tergantung pada persepsi yang dibentuk oleh organ-organ sensorinya.

Filsuf Inggris terkemuka, David Hume mengungkapkan pemikirannya tentang fakta ini:

Sejujurnya, ketika saya menempatkan diri pada apa yang saya sebut ‘diri sendiri’, saya selalu mengakui persepsi tertentu yang berhubungan dengan panas atau dingin, terang atau gelap, cinta atau benci, asam atau manis atau konsep-konsep lainnya. Tanpa keberadaan persepsi, saya tidak pernah dapat menemukan diri sendiri pada waktu tertentu dan saya tidak dapat mengamati apa pun.

Kita tidak akan pernah mampu melangkah lebih jauh dari pengindraan ini dan merasakan materi sebagaimana “wujud aslinya”, sehingga sama sekali tidaklah masuk akal untuk merumuskan pemikiran [filsafat] apa pun yang menganggap materi sebagai wujud mutlak yang dapat kita rasakan langsung. Sebagai sebuah teori, materialisme benar-benar tidaklah memiliki landasan, sejak awal kemunculannya.

Pembentukan Persepsi dalam Otak Bukan Filsafat
Melainkan Fakta Ilmiah

Materialis mengatakan bahwa apa yang telah kita bahas dalam buku ini adalah pandangan filsafat. Akan tetapi, pernyataan bahwa “dunia luar” merupakan kumpulan persepsi adalah fakta ilmiah yang jelas, bukan sebentuk filsafat. Bagaimana citra dan perasaan terbentuk di dalam otak telah diajarkan secara detail di semua sekolah kedokteran. Fakta-fakta tersebut, yang telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan abad ke-20, khususnya bidang fisika, dengan jelas menunjukkan bahwa materi tidak memiliki realitas absolut dan bahwa setiap orang dapat dikatakan sedang mengamati “monitor di dalam otaknya”.

Setiap orang yang meyakini ilmu pengetahuan, baik ia ateis, penganut Buddha, atau meyakini pandangan lain, harus menerima fakta ini. Seorang materialis mungkin mengingkari keberadaan Pencipta namun ia tidak dapat menolak kenyataan ilmiah ini.

Ketidakmampuan Karl Marx, Friedrich Engels, Georges Politzer dan lainnya memahami fakta sederhana dan jelas ini masih mengejutkan, sekalipun pemahaman dan kemungkinan ilmu pengetahuan di masa mereka memang tidak mencukupi. Di masa sekarang, kemajuan ilmu dan teknologi serta penemuan-penemuan terakhir mempermudah kita memahami fakta ini. Akan tetapi, materialis justru diliputi ketakutan untuk memahami fakta ini dan menyadari bagaimana keyakinan mereka akan hancur karenanya.

Ketakutan Besar Materialis

Pokok bahasan ini mengungkapkan fakta bahwa materi hanya suatu persepsi. Untuk sementara waktu, tidak ada serangan balik yang substansial dari kalangan materialis Turki terhadap pemikiran-pemikiran yang diungkapkan di sini. Karenanya, kami mendapat kesan bahwa maksud kami belum mereka tangkap dengan jelas dan diperlukan penjelasan lebih lanjut. Akan tetapi, belum lama ini, terungkap bahwa materialis merasa gelisah atas kepopuleran pemikiran ini dan bahkan sangat takut padanya.

Materialis dengan gencar mengungkapkan ketakutan dan kepanikan mereka melalui berbagai terbitan, konferensi dan diskusi panel. Wacana mereka yang propagandis dan tanpa harapan menyiratkan bahwa mereka mengalami krisis intelektual yang hebat. Keruntuhan ilmiah teori evolusi, yang menjadi dasar keyakinan mereka, telah sangat mengejutkan mereka. Sekarang mereka mulai menyadari bahwa mereka mulai kehilangan materi itu sendiri, inti keyakinan yang lebih penting daripada Darwinisme. Ini membuat mereka lebih terpukul. Mereka menyatakan bahwa selain merupakan “ancaman terbesar” bagi mereka, permasalahan ini juga “merusak struktur budaya mereka”.


Penulis materialis Turki, Rennan Pekunlu mengatakan bahwa “teori evolusi tidaklah sepenting ini, ancaman sesungguhnya adalah subjek ini”, karena meniadakan materi, satu-satunya konsep yang diyakininya.

 

Salah seorang materialis yang menyatakan kepanikan dan kecemasan secara terang-terangan adalah Renan Pekunlu, akademisi dan penulis majalah Bilim ve Utopya (Ilmu Pengetahuan dan Utopia). Dalam artikel majalah yang membela materialisme ini dan diskusi panel yang diikutinya, Rennan Pekunlu menyatakan buku Keruntuhan Teori Evolusi (Evolution Deceit) sebagai “ancaman” nomor satu terhadap materialisme. Ia sudah cukup risau dengan bab-bab yang meruntuhkan Darwinisme, tetapi bagian yang Anda baca sekarang adalah bagian yang paling mengganggunya. Kepada para pembaca dan (hanya segelintir) peserta diskusinya, Pekunlu berpesan, “Jangan biarkan diri Anda hanyut dalam indoktrinasi idealisme dan jagalah keyakinan Anda pada materialisme”. Ia merujuk Vladimir I. Lenin, pemimpin revolusi berdarah di Rusia, sebagai panutan. Sambil menyarankan setiap orang membaca buku Lenin yang berjudul Materialism and Empirio-Criticism dan sudah berumur satu abad, Pekunlu hanya dapat mengulang kata-kata Lenin: “Jangan memikirkan persoalan ini, atau Anda akan kehilangan materialisme dan terhanyut oleh agama”. Dalam sebuah artikel yang ditulisnya pada majalah Bilim ve Utopya, Pekunlu mengutip pernyataan Lenin berikut:

Sekali Anda menolak realitas kebendaan, menyerah pada pengindraan, Anda telah kehilangan segala daya untuk melawan fideisme*), karena Anda telah tergelincir kepada agnotisisme**) atau subjektivisme***) — hanya itu yang dibutuhkan fideisme. Satu cakar saja terjerat, seekor burung tertangkap. Dan semua pengikut kita akan terjerat dalam idealisme, yaitu fideisme yang tidak kentara; mereka terjerat segera setelah menganggap “pengindraan” bukan lagi suatu citra dunia luar tetapi sebagai “unsur” khusus. Pengindraan, pikiran, jiwa dan keinginan bukan seperti itu adanya.

Kata-kata ini secara eksplisit menunjukkan bahwa fakta yang menggusarkan Lenin dan ingin ia keluarkan dari pikirannya dan “kameradnya”; yang juga meresahkan materialis dewasa ini. Akan tetapi, Pekunlu dan materialis lain mengalami keadaan lebih menyusahkan; karena mereka sadar bahwa sekarang fakta ini dikemukakan dengan cara dan bentuk lebih eksplisit dan meyakinkan daripada 100 tahun lalu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia, persoalan ini dijelaskan dengan cara yang tidak mungkin ditolak.

Meski demikian, secara umum dapat dikatakan bahwa sejumlah besar ilmuwan materialis tidak sungguh-sungguh menanggapi fakta bahwa “materi hanyalah ilusi”. Persoalan yang dijelaskan dalam bab ini adalah salah satu persoalan paling penting dan menarik yang pernah dijumpai seseorang dalam hidupnya. Mereka pasti belum pernah menghadapi persoalan sepenting ini sebelumnya. Namun, reaksi ilmuwan-ilmuwan itu atau sikap mereka dalam ceramah dan artikel mereka mengisyaratkan betapa dangkalnya pemahaman mereka.

Reaksi sebagian materialis terhadap permasalahan yang didiskusikan di sini menunjukkan bahwa ketaatan buta terhadap materialisme telah merusak logika mereka, sehingga semakin sulit memahami persoalan ini. Sebagai contoh, Alaettin Senel, yang juga seorang akademisi dan penulis untuk Bilim ve Ütopya, berpesan seperti Rennan Pekunlu: “Lupakan keruntuhan Darwinisme, ancaman sungguhnya adalah persoalan ini”. Dia juga membuat tuntutan seperti “Buktikan saja apa yang Anda katakan” karena merasa bahwa filsafatnya sendiri tidak berdasar. Yang lebih menarik adalah dalam salah satu tulisannya, ia menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak dapat memahami fakta yang dianggapnya sebagai ancaman ini.

Dalam sebuah artikel yang ditulis khusus membahas masalah ini, Senel menerima bahwa dunia luar ditangkap oleh otak sebagai sebuah citra. Akan tetapi, kemudian ia menyatakan bahwa citra terbagi menjadi dua jenis yaitu citra berkorelasi fisik dan citra yang tidak berkolerasi fisik, dan bahwa citra dunia luar termasuk ke dalam citra yang berkolerasi fisik. Untuk mendukung pernyataannya, ia memberikan “contoh telepon”. Ringkasnya, ia menulis: “Saya tidak tahu apakah citra dalam otak saya berkolerasi dengan dunia luar atau tidak, tetapi hal yang sama berlaku ketika saya berbicara di telepon. Ketika saya berbicara di telepon, saya tidak dapat melihat orang yang saya ajak bicara, tetapi saya dapat mengkonfirmasikan percakapan tersebut ketika saya bertemu langsung dengannya.” 14

Dengan pernyataan di atas, Senel sebenarnya bermaksud menyatakan: “Jika kita meragukan persepsi kita, kita dapat melihat pada materi itu sendiri dan memeriksa realitasnya”. Konsep ini jelas-jelas salah karena kita tidak mungkin menjangkau materi itu sendiri. Kita tidak dapat keluar dari pikiran kita dan mengetahui apakah “luar” itu. Apakah suara dalam telepon berkorelasi atau tidak, dapat dikonfirmasikan pada lawan bicara di telepon. Namun, konfirmasi ini juga hanya persepsi yang dialami otak kita.

Sebenarnya, orang-orang ini juga mengalami kejadian yang sama di dalam mimpi mereka. Sebagai contoh, Senel dapat saja melihat dalam mimpinya bahwa ia berbicara di telepon dan kemudian meminta orang yang ia ajak bicara mengkonfirmasikan pembicaraan tersebut. Atau Pekunlu dalam mimpinya mengalami “ancaman serius” dan menyarankan orang-orang membaca buku-buku Lenin yang sudah kuno. Apa pun yang mereka lakukan, para materialis ini tidak dapat memungkiri kenyataan bahwa kejadian-kejadian yang mereka alami dan orang-orang yang mereka ajak bicara di dalam mimpi hanyalah persepsi belaka.

Lalu kepada siapakah seseorang dapat mengkonfirmasi bahwa citra di dalam otak berkorelasi atau tidak? Apakah kepada wujud bayangan di dalam otaknya lagi? Tak diragukan lagi, materialis mustahil menemukan sumber informasi yang dapat memberikan data mengenai keadaan di luar otak dan mengkonfirmasikannya.

Mengakui bahwa semua persepsi terbentuk di dalam otak, tetapi juga mengasumsikan bahwa seseorang dapat melangkah “keluar” dari otak dan mengkonfirmasikan persepsi ini pada dunia luar, menunjukkan kapasitas pemahaman yang terbatas dan penalaran yang terganggu.

Sebenarnya fakta yang dijelaskan di sini dapat dengan mudah ditangkap oleh orang dengan tingkat pemahaman dan penalaran normal. Setiap orang yang berpikiran lurus akan mengetahui, sehubungan dengan semua yang telah kita bicarakan, bahwa ia mustahil menguji keberadaan dunia luar dengan indranya. Namun, terlihat jelas bahwa ketaatan buta terhadap materialisme telah mengganggu penalaran manusia. Oleh karenanya, materialis kontemporer menunjukkan gangguan logika berat seperti guru-guru mereka yang mencoba “membuktikan” keberadaan materi dengan menendang batu atau memakan kue.

Seperti telah dikatakan sebelumnya pula, kondisi ini bukan sesuatu yang mengherankan; sebab ketidakmampuan memahami adalah sifat umum semua orang yang tidak beriman.

Materialis Telah Terperosok dalam Perangkap Terbesar
Sepanjang Sejarah

Di Turki, gelombang kepanikan yang melanda kalangan materialis, seperti beberapa contoh terdahulu, menunjukkan bahwa materialis menghadapi kekalahan telak yang belum pernah mereka hadapi sepanjang sejarah. Fakta bahwa materi hanyalah persepsi telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern. Fakta ini dikemukakan dalam sangat jelas, jujur dan kuat. Yang tersisa bagi materialis hanya keruntuhan seluruh dunia materi, dunia yang mereka percayai secara buta dan menjadi sandaran selama ini.

Sepanjang sejarah manusia, pemikiran materialis selalu hadir. Mereka menentang Allah yang menciptakan mereka karena sangat yakin pada diri sendiri dan filsafat yang mereka pegang. Skenario yang mereka rumuskan menyatakan bahwa materi tidak bermula dan tidak pula berakhir, dan semua materi tidak mungkin memiliki Pencipta. Mereka mengingkari Allah hanya karena kesombongan, dengan berlindung di balik materi yang mereka anggap memiliki keberadaan nyata. Mereka begitu meyakini filsafat ini sehingga menganggap tak mungkin ada penjelasan yang membuktikan sebaliknya.

Semua alasan di atas menjelaskan mengapa fakta-fakta yang disajikan dalam buku ini, yang berkaitan dengan sifat-sifat sejati materi, sangat mengejutkan mereka. Penjelasan buku ini telah menghancurkan dasar filsafat mereka dan tak menyisakan apa pun untuk dibicarakan lagi. Materi, yang telah menjadi dasar pemikiran, kehidupan, kesombongan dan penolakan mereka, lenyap tiba-tiba. Bagaimana materialisme bisa bertahan jika materi tidak ada?

Allah menjebak materialis dengan membuat mereka berasumsi bahwa materi benar-benar ada, dan mempermalukan mereka dengan cara-Nya. Materialis beranggapan bahwa harta benda, status, jabatan, masyarakat lingkungan mereka, seluruh dunia dan lain-lainnya benar-benar ada, dan dengan mengandalkan semua itu mereka menjadi sombong terhadap Allah. Mereka menentang Allah dengan kesombongan yang melengkapi ketidakpercayaan mereka. Mereka sepenuhnya bergantung pada materi. Akan tetapi, mereka benar-benar tidak memahami bahwa Allah meliputi segala sesuatu.

Barangkali inilah kekalahan terbesar sepanjang sejarah. Sementara materialis menjadi sombong atas kemauan sendiri, mereka mengobarkan peperangan terhadap Allah, dengan cara memunculkan sesuatu yang berlebih-lebihan untuk melawannya.

Ketika orang-orang yang tidak beriman mencoba menyusun rencana, mereka tidak menyadari sebuah fakta penting sebagaimana ditekankan dengan kalimat “mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedang mereka tidak menyadarinya” dalam ayat tersebut. Faktanya, segala sesuatu yang mereka alami adalah gambaran yang sengaja dirancang untuk mereka tangkap, dan seluruh rencana yang mereka susun hanyalah citra yang terbentuk di dalam otak mereka, seperti juga seluruh tindakan yang mereka lakukan. Kebodohan telah membuat mereka lupa bahwa tidak ada yang bersama mereka selain Allah, dan karenanya, mereka terjebak dalam rencana jahat mereka sendiri.

Sebagaimana kaum tidak beriman di zaman dahulu, kaum tidak beriman yang hidup sekarang juga menghadapi kenyataan yang akan menghancurkan rencana jahat mereka sampai ke akar-akarnya.

Begitu pula materialisme, menjadi “fatamorgana” bagi para pembangkang seperti yang disebutkan dalam ayat itu; ketika mereka menemukan jalan keluar, yang mereka dapati hanya ilusi. Allah telah menipu mereka dengan fatamorgana seperti itu, dan memperdaya mereka untuk menerima kumpulan citra ini sebagai suatu kenyataan. Semua orang “penting” tersebut; profesor, ahli astronomi, ahli biologi, ahli fisika dan lain-lain, apa pun pangkat dan jabatan mereka, benar-benar telah tertipu seperti anak-anak, dan dipermalukan karena mereka mempertuhankan materi. Mereka membangun filsafat dan ideologi di atas asumsi bahwa kumpulan citra tersebut absolut. Mereka terlibat dalam pembicaraan serius dan menyebutnya wacana “intelektual”. Mereka menganggap diri mereka cukup bijaksana untuk menawarkan suatu argumentasi tentang kebenaran alam semesta, bahkan membantah Tuhan dengan kecerdasan mereka yang terbatas.

Bisa saja mereka lolos dari jebakan lain; tetapi rencana yang telah ditetapkan Allah untuk orang-orang tidak beriman begitu sempurna sehingga tidak ada jalan untuk meloloskan diri. Apa pun yang mereka lakukan atau kepada siapa pun mereka meminta pertolongan, mereka tidak akan pernah menemukan penolong selain Allah.

Materialis tidak pernah menyangka akan jatuh ke dalam perangkap seperti ini. Berbekal seluruh kecanggihan abad ke-21, mereka mengira dapat bertahan dengan pengingkaran mereka dan mengajak orang lain untuk ingkar pula.

Fakta yang disampaikan ayat ini berarti: materialis harus menyadari bahwa segala sesuatu yang mereka miliki hanya ilusi, dan karenanya semua itu telah dihancurkan. Saat mereka menyaksikan seluruh harta benda, pabrik, emas, uang, anak, suami/istri, teman, pangkat dan status, bahkan tubuh mereka, semua yang mereka anggap ada, terlepas dari genggaman, mereka telah “dihancurkan”.

Tidak diragukan lagi, menyadari kebenaran ini mungkin merupakan hal terburuk bagia materialis. Fakta bahwa segala sesuatu yang mereka miliki hanyalah ilusi, adalah sama dengan — menurut istilah mereka — “kematian sebelum ajal” di dunia ini.

Mereka yang menjadikan materi sebagai tuhannya telah datang dari Allah dan akan kembali pada-Nya. Mau atau tidak, mereka telah menyerahkan kehendak mereka kepada Allah. Sekarang mereka menunggu Hari Perhitungan di mana setiap orang akan dipanggil untuk diadili. Betapa pun mereka tidak berkeinginan untuk memahaminya.

RUJUKAN : Harun Yahya

By, Penghibur

NABI MUHAMMAD SAW MANUSIA AGUNG

Assalamualaikum wbt dan salam sejahtera untuk semua, kali ini saya buka satu lagi thread baru berkenaan Nabi Muhammad saw. Terlalu ramai yang berprasangka kepada kepada kemulian nabi Muhammad saw, bagaimanakah kita hendak merubah persepsi negatif ini, segala-galanya terlah terbukti pada masa kini. Bahawa Al-Quran BUKANLAH karangan nabi Muhammad saw melainkan wahyu yang diwahyukan kepada beliau.

 (Surah An-Nisaa’ 4:82)

Patutkah mereka (bersikap demikian), tidak mahu memikirkan isi Al-Quran? Kalaulah Al-Quran itu (datangnya) bukan dari sisi Allah, nescaya mereka akan dapati perselisihan yang banyak di dalamnya.

 PEMBUKA KATA

 Al-Quran adalah Kitab Teragung yang terakhir diturunkan kepada Nabi Terakhir iaitu Nabi Muhammad saw. Kitab apa pun yang diakui berasal dari Tuhan Yang Maha Esa akan teruji dalam masa. Sebelumnya di masa lalu adalah Masa Keajaiban, Alhamdulillah Al-Quran merupakan Keajaiban dari Keajaiban.

 Kemudian datang Masa Sastera dan Puisi, sama ada Umat Islam mahupun Umat Bukan Islam mengakui bahawa Al-Quran adalah Kitab Sastera Arab yang terbaik ada di bumi. Sekarang tibalah Masa Ilmu Pengetahuan (Teknologi dan Sains)

 Perlu ditegaskan, Al-Quran Bukanlah Kitab Sains, tetapi Al-Quran adalah tentang Tanda, tentang Ayat-Ayat, didalamnya terdapat lebih dari 6,000 Tanda, juga terdapat lebih dari 1,000 huraian berkenaan Ilmu Pengetahuan!

Perlu difahami dengan sebaiknya, bahawa keterangan berkenaan Al-Quran dan Sains tidak didasarkan pada Teori atau Hipotesis tanpa sebarang bukti Ilmiah. Kita sedia maklum, bahawa Teori dan Hipotesis BUKANLAH FAKTA jika tidak dibuktikan dengan Ilmiah,  dan semua Teori dan Hipotesis akan berpatah balik seperti awalnya. Ringkasnya berbentuk ‘O’.

Apa yang cuba diketengahkan berdasarkan Al-Quran dan Sains adalah bersandarkan Kajian Ilmiah dengan bukti yang kukuh dan bukti yang tidak boleh diputar balik. Sebagai contoh Bumi Bulat Sfera, kenyataan ini adalah fakta yang tidak boleh di sangkal sama sekali setelah kemajuan Teknologi di abad ke-20 ini.

 Di dalam menyampaikan suatu perkara yang berkaitan dengan Kitab Suci dan Sains, seringkali pihak yang ingin membuktikan kebenaran atau kepalsuan menggunakan 2 jenis pendekatan iaitu

 (a) Pendekatan Kesesuaian (Concordist Approach)

  • Dimana seseorang akan berusaha membuktikan serta mendapatkan KESESUAIAN diantara Kitab Suci dengan Sains.

 (b) Pendekatan Konflik (Conflict Approach)

  • Dimana seseorang akan berusaha membuktikan serta mendapatkan PERTENTANGAN diantara Kitab Suci dengan Sains.

 Namun Al-Quran tidak peduli sama ada seseorang menggunakan Pendekatan Kesesuaian mahupun Pendekatan Konflik. Sepanjang kita berfikir logik dan penjelasan logik diberikan, tiada seorangpun yang dapat membuktikan satu ayat dari Al-Quran dapat dipertentangkan dengan Ilmu Pengetahuan Moden.

 

Kitab Suci Al-Quran Adalah Kitab Teragung

Kitab Suci Al-Quran

 

BAHAGIAN (1) SAINTIFIK QURAN

 (A) PENCIPTAAN ALAM SEMESTA

 1. PERMULAAN ALAM

 (Surah Al-Anbiyaa’ 21:30)

Dan tidakkah orang-orang kafir itu memikirkan dan mempercayai bahawa sesungguhnya langit dan bumi itu pada asal mulanya bercantum (sebagai benda yang satu), lalu Kami pisahkan antara keduanya? Dan Kami jadikan dari air, tiap-tiap benda yang hidup? Maka mengapa mereka tidak mahu beriman?

 2. PENGEMBANGAN ALAM

 (Surah Adz-Dzariat 51:47)

Dan langit itu Kami dirikan dengan kekuasaan Kami (dalam bentuk binaan yang kukuh rapi). Dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.

 3. TINGGI LANGIT TIDAK BERTIANG

 (Surah Ar-Ra’d 13:2)

Allah jualah yang menjadikan langit terangkat tinggi dengan tiada bertiang sebagaimana yang kamu melihatnya, kemudian Ia bersemayam di atas Arasy; dan Ia memudahkan matahari dan bulan (untuk faedah makhluk-makhlukNya) tiap-tiap satu dari keduanya beredar untuk suatu masa yang telah ditetapkan. Allah jualah yang mentadbirkan segala urusan; Ia menerangkan tanda-tanda kekuasaanNya satu-persatu, supaya kamu yakin kepada pertemuan Tuhan kamu (untuk menerima balasan).

 4. TERBENTUKNYA GALAKSI DAN BINTANG-BINTANG DI ALAM

 (Surah Fushillat 41:11)

Kemudian Ia menunjukkan kehendakNya ke arah (bahan-bahan) langit sedang langit itu masih berupa asap; lalu Ia berfirman kepadanya dan kepada bumi: “Turutlah kamu berdua akan perintahKu, sama ada dengan sukarela atau dengan paksa!” Keduanya menjawab: “Kami berdua sedia menurut – patuh dengan sukarela”

Galaksi Bimasakti salah satu dari sekurang-kurangnya 200 Ribu Juta (Billion) Galaksi yang terdapat di Kosmos yang luas ini

Galaksi Bimasakti salah satu dari sekurang-kurangnya 200 Ribu Juta (Billion) Galaksi yang terdapat di Kosmos yang luas ini

 

5. ORBIT DI ALAM

(Surah Adz-Dzariat 51:7)

Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.

6. PEREDARAN MATAHARI, BUMI DAN BULAN

 (Surah Al-Anbiyaa’ 21:33)

Dan Dia lah (Tuhan) yang telah menjadikan malam dan siang, serta matahari dan bulan; tiap-tiap satunya beredar terapung-apung di tempat edaran masing-masing (di angkasa lepas).

 7. MAKHLUK MELATA DI LANGIT DAN BUMI

 (Surah Asy-Syuura 42:29)

Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah kejadian langit dan bumi serta segala yang Ia biakkan pada keduanya dari makhluk-makhluk yang melata; dan Ia Maha Kuasa menghimpunkan mereka semuanya apabila Ia kehendaki (melakukannya).

 8. KESEIMBANGAN DI ALAM

 (Surah Al-Mulk 67:3-4)

Dia lah yang telah mengaturkan kejadian tujuh petala langit yang berlapis-lapis; engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah itu sebarang keadaan yang tidak seimbang dan tidak munasabah; (jika engkau ragu-ragu) maka ulangilah pandangan – (mu) – dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan? Kemudian ulangilah pandangan (mu) berkali-kali, nescaya pandanganmu itu akan berbalik kepadamu dengan hampa (daripada melihat sebarang kecacatan), sedang ia pula berkeadaan lemah lesu (kerana habis tenaga dengan sia-sia).

 9. PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI LEBIH DASYHAT DARI PENCIPTAAN MANUSIA

 (Surah Ghafir 40:57)

Demi sesungguhnya, menciptakan langit dan bumi (dari tiada kepada ada) lebih besar (dan lebih menakjubkan) daripada menciptakan manusia dan menghidupkannya semula (sesudah matinya); akan tetapi kebanyakan manusia (yang mengingkari hari kiamat) tidak mengetahui.

 10. HIKMAH PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI

 (Surah Ali’Imran 3:190-191)

Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pada pertukaran malam dan siang, ada tanda-tanda (kekuasaan, kebijaksanaan, dan keluasan rahmat Allah) bagi orang-orang yang berakal; (Iaitu) orang-orang yang menyebut dan mengingati Allah semasa mereka berdiri dan duduk dan semasa mereka berbaring mengiring, dan mereka pula memikirkan tentang kejadian langit dan bumi (sambil berkata): “Wahai Tuhan kami! Tidaklah Engkau menjadikan benda-benda ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari azab neraka.

 (B) KITARAN AIR DARI LANGIT DAN BUMI

1. PROSES PENGEWAPAN

 (Surah At-Taariq 86:11)

Demi langit yang mempunyai (sistem) pengitaran.

 2. KITARAN AIR YANG LENGKAP

 (Surah An-Nuur 24:43)

Tidakkah engkau melihat bahawasanya Allah mengarahkan awan bergerak perlahan-lahan, kemudian Dia mengumpulkan kelompok-kelompoknya, kemudian Dia menjadikannya tebal berlapis-lapis? Selepas itu engkau melihat hujan turun dari celah-celahnya. Dan Allah pula menurunkan hujan batu dari langit, dari gunung-ganang (awan) yang ada padanya; lalu Ia menimpakan hujan batu itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya, dan menjauhkannya dari sesiapa yang dikehendakiNya. Sinaran kilat yang terpancar dari awan yang demikian keadaannya, hampir-hampir menyambar dan menghilangkan pandangan.

 (Surah Ar-Rum 30:48)

Allah jualah yang menghantarkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan; kemudian Allah menyebarkan awan itu di langit sebagaimana yang dikehendakiNya, dan menjadikannya berkelompok-kelompok; lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya. Maka apabila Allah menurunkan hujan itu mengenai sesiapa yang dikehendakiNya dari hamba-hambanya, mereka serta merta bergembira;

 (Surah Az-Zumar 39:21)  

Tidakkah engkau memerhatikan, bahawa Allah menurunkan hujan dari langit, lalu dialirkanNya menjadi matair-matair di bumi; kemudian Ia menumbuhkan dengan air itu tanaman-tanaman yang berbagai jenis dan warnanya; kemudian tanaman-tanaman itu bergerak segar (hingga ke suatu masa yang tertentu), selepas itu engkau melihatmu berupa kuning; kemudian Ia menjadikannya hancur bersepai? Sesungguhnya segala yang tersebut itu mengandungi peringatan yang menyedarkan orang-orang yang berakal sempurna.

 (Surah Al-Mu’minuun 23:18)

Dan Kami turunkan hujan dari langit dengan sukatan yang tertentu, serta Kami tempatkan dia tersimpan di bumi; dan sesungguhnya Kami sudah tentu berkuasa melenyapkannya.

 (Surah Ar-Rum 30:24)

Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kebesaranNya dan kekuasaanNya, Ia memperlihatkan kilat kepada kamu, untuk menakutkan (dari panahan petir) dan memberi harapan (dengan turunnya hujan); dan Ia menurunkan hujan dari langit, lalu Ia hidupkan bumi sesudah matinya dengan hujan itu. Sesungguhnya yang demikian mengandungi keterangan-keterangan bagi orang-orang yang menggunakan akal untuk memahamiNya.

(Surah Al-Hijr 15:22)

Dan Kami hantarkan angin sebagai pembawa air dan pemindah benih; maka dengan itu Kami menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian Kami berikan kamu meminumnya; dan bukanlah kamu yang (berkuasa menurunkannya atau) menyimpannya.

(Surah Al-A’raaf 7:57)

Dan Dia lah (Allah) yang menghantarkan angin sebagai pembawa berita yang mengembirakan sebelum kedatangan rahmatnya (iaitu hujan), hingga apabila angin itu membawa awan mendung, Kami halakan dia ke negeri yang mati (ke daerah yang kering kontang), lalu Kami turunkan hujan dengan awan itu, kemudian Kami keluarkan dengan air hujan itu berbagai-bagai jenis buah-buahan. Demikianlah pula Kami mengeluarkan (menghidupkan semula) orang-orang yang telah mati, supaya kamu beringat (mengambil pelajaran daripadanya).

(Surah Ar-Ra’d 13:17)

Ia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu membanjiri tanah-tanah lembah (dengan airnya) menurut kadarnya yang ditetapkan Tuhan untuk faedah makhlukNya, kemudian banjir itu membawa buih yang terapung-apung. Dan dari benda-benda yang dibakar di dalam api untuk dijadikan barang perhiasan atau perkakas yang diperlukan, juga timbul buih seperti itu. Demikianlah Allah memberi misal perbandingan tentang perkara yang benar dan yang salah. Adapun buih itu maka akan hilang lenyaplah ia hanyut terbuang, manakala benda-benda yang berfaedah kepada manusia maka ia tetap tinggal di bumi. Demikianlah Allah menerangkan misal-misal perbandingan.

(Surah Al-Furqan 25:48-49)

Dan Dia lah Tuhan yang menghantarkan angin sebagai berita gembira sebelum kedatangan rahmatNya, dan Kami menurunkan dari langit: air yang bersih suci, Untuk Kami hidupkan dengan air itu bumi yang mati, serta memberi minum air itu kepada sebahagian dari makhluk-makhluk Kami, khasnya binatang ternak yang banyak dan manusia yang ramai.

(Surah Faatir 35:9)

Dan Allah jualah yang menghantarkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan, kemudian Kami halakan awan itu ke negeri yang mati (yang kering kontang); lalu Kami hidupkan bumi sesudah matinya dengan (hujan dari awan) itu. Sedemikian itu pula kebangkitan manusia (hidup semula sesudah mati).

(Surah Yaasin 36:34)

Dan kami jadikan di bumi itu kebun-kebun kurma dan anggur, dan kami pancarkan padanya beberapa matair,

(Surah Al-Jhaatiyah 45:5)

Dan (pada) pertukaran malam dan siang silih berganti, dan juga (pada) rezeki yang diturunkan oleh Allah dari langit, lalu Ia hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta (pada) peredaran angin, (semuanya itu mengandungi) tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah, kekuasaanNya, kebijaksanaanNya, serta keluasan rahmatNya) bagi kaum yang mahu menggunakan akal fikiran.

(Surah Qaaf 50:9)

Dan juga Kami telah menurunkan dari langit air (hujan) yang banyak faedahnya, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pokok-pokok tanaman (buah-buahan) dan biji-bijian yang dituai;

(Surah Al-Waaqi’ah 56:68-70)

Selain dari itu, tidakkah kamu melihat air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan (sebagai hujan), atau Kami yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki, Kami akan jadikan dia masin, maka ada baiknya kalau kamu bersyukur.

(Surah Al-Mulk 67:30)

Katakanlah lagi: “Bagaimana fikiran kamu, sekiranya air kamu hilang lenyap (di telan bumi), maka siapakah (selain Allah) yang dapat mendatangkan kepada kamu air yang sentiasa terpancar mengalir?”.

(C) BIDANG GEOLOGI

(Surah An-Naba’ 78:6-7)

(Mengapa kamu ragu-ragukan kekuasaan Kami menghidupkan semula orang-orang yang telah mati?) Bukankah Kami telah menjadikan bumi (terbentang luas) sebagai hamparan? Dan gunung-ganang sebagai pancang pasaknya?

(Surah Al-Ghaasyiyah 88:19)

Dan keadaan gunung-ganang bagaimana ia ditegakkan?

(Surah An-Naazi’aat 79:32)

Dan gunung-ganang pula dikukuhkan letaknya (di bumi, sebagai pancang pasak yang menetapnya);

(Surah Al-Anbiyaa’ 21:31)

Dan Kami telah menjadikan di bumi gunung-ganang yang menetapnya, supaya bumi itu tidak menggegar mereka; dan Kami jadikan padanya celah-celah sebagai jalan-jalan lalu-lalang, supaya mereka dapat sampai kepada mencapai keperluan rohani dan jasmani.

(Surah Luqman 31:10)

Ia menciptakan langit dengan tidak bertiang sebagaimana yang kamu melihatnya; dan Ia mengadakan di bumi gunung-ganang yang menetapnya supaya bumi itu tidak menghayun-hayunkan kamu; dan Ia biakkan padanya berbagai jenis binatang. Dan Kami menurunkan hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan di bumi berbagai jenis tanaman yang memberi banyak manfaat.

(Surah An-Nahl 16:15)

Dan Ia mengadakan di bumi gunung-ganang yang menetapnya supaya ia tidak menghayun-hayunkan kamu; dan Ia mengadakan sungai-sungai serta jalan-jalan lalu lalang, supaya kamu dapat sampai ke matlamat yang kamu tuju.

 (D) BIDANG KELAUTAN

 (Surah Al-Furqan 25:53)

Dan Dia lah Tuhan yang telah mengalirkan dua laut berdampingan, yang satu tawar lagi memuaskan dahaga, dan yang satu lagi masin lagi pahit; serta Ia menjadikan antara kedua-dua laut itu sempadan dan sekatan yang menyekat percampuran keduanya.

(Surah Ar-Rahman 55:19-20)

Ia biarkan air dua laut (yang masin dan yang tawar) mengalir, sedang keduanya pula bertemu; Di antara keduanya ada penyekat yang memisahkannya, masing-masing tidak melampaui sempadannya;

 bersambung…

Rujukan ;

Dr.Zakir Naik

 

 

AGAMA KRISTIAN PADA AKHIR ZAMAN

Assalamualaikum wbt, salam sejahtera, salam hormat, salam kasih sayang dari saya kepada semua saudara saudari yang dihormati sekalian. Kali ini saya ingin berkongsi sedikit berkenaan Agama Kristian Pada Akhir Zaman yang ditulis oleh Dr.Danial Zainal Abidin di dalam bukunya iaitu “Minda Muslim Super”.  Saya tidak membiarkan anda menunggu lama, sila ambil perhatian, saya akan menambah sedikit yang saya kira perlu seperti terjemahan Al-Quran ke dalam artikel ini.

Pada akhir zaman, Nabi Muhammad saw menyuruh umat Islam banyak membaca 10 ayat terawal daripada Surah Al-Kahfi.

(Surah Al-Kahfi :1-1o)                                                                                                                                                                                  Segala puji terentu bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambaNya (Muhammad), Kitab suci Al-Quran, dan tidak menjadikan padanya sesuatu yang bengkok (terpesong): (Bahkan keadaannya) tetap benar lagi menjadi pengawas turunnya Al-Quran untuk memberi amaran (kepada orang-orang yang ingkar) dengan azab yang seberat-beratnya dari sisi Allah, dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, bahawa mereka akan beroleh balasan yang baik. Mereka tinggal tetap dalam (balasan yang baik) itu selama-lamanya. Dan juga Al-Quran itu memberi amaran kepada orang-orang yang berkata:” Allah mempunyai anak”. (Sebenarnya) mereka tiada mempunyai sebarang pengetahuan mengenainya, dan tiada juga bagi datuk nenek mereka; besar sungguh perkataan syirik yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan perkara yang dusta. Maka jangan-jangan pula engkau (wahai Muhammad), membinasakan dirimu disebabkan menanggung dukacita terhadap kesan-kesan perbuatan buruk mereka, jika mereka enggan beriman kepada keterangan Al-Quran ini. Sesungguhnya Kami telah jadikan apa yang ada di muka bumi sebagai perhiasan baginya, kerana kami hendak menguji mereka, siapakah di antaranya yang lebih baik amalnya. Dan sesungguhnya Kami akan jadikan apa yang ada di bumi itu (punah-ranah) sebagai tanah yang tandus. Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahawa kisah “Ashaabul Kahfi” dan “Ar-Raqiim” itu sahaja yang menakjubkan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaan Kami? (Ingatkanlah peristiwa) ketika serombongan orang-orang muda pergi ke gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami! Kurniakanlah kami rahmat dari sisiMu, dan berilah kemudahan-kemudahan serta pimpinan kepada kami untuk keselamatan ugama kami”.

Apabila kita membaca 10 ayat ini, kita mendapati antara fokus yang utama adalah golongan yang mengatakan Allah mempunyai anak iaitu golongan Kristian. agama Kristian sudah banyak berubah daripada ajarannya yang asal dan antara tokoh yang menyebabkan perubahan ini adalah St.Paul. Dalam The Mesianic Legacy terbitan Dell Pub Co. pada tahun 1989, pengarang-pengarang buku ini Micheal Baigent, Richard Leigh dan Henry Lincoln berpendapat, ajaran St.Paul tidak selari dengan ajaran asal Nabi isa dan beliau dapat dihukumkan sebagai sesat.

Antara ajaran sesat yang terdapat dalam agama Kristian hari ini adalah Doktrin Tritunggal. Edward Gibbon dalam prakata buku History of  Christianity berkata, “Jika agama Kristian dilihat berjaya mengalahkan ajaran sesat, ajaran Kristian juga berjaya dipengaruhi oleh ajaran itu. Konsep ketuhanan yang suci yang dipegang oleh golongan Kristian yang awal diubah oleh Gereja Rom menjadi dogma Tritunggal yang tidak masuk akal. Banyak falsafah sesat ciptaan orang-orang Mesir Kuno yang dipuja oleh Plato diterima menjadi kepercayaan dalam Agama Kristian.”

Di samping itu isu kesucian Bible juga hangat diperkatakan pada hari ini berdepan dengan kelahiran pelbagai versi Bible. David B.Loughran, pengasas Stewarton Bible School di Scoatland, melalui artikelnyayang bertajuk Bible Versions : Which is the Real Word of God berkata, “Persoalannya sekarang adalah Bible Versi yang manakah yang dapat diiktiraf sebagai Kalam Tuhan? Semua orang dapat memahami dengan pelbagai percanggahan yang terdapat di dalam Bible, kita tidak dapat mengatakan kesemuanya adalah Kalam Tuhan. Tuhan tidak akan menyebabkan percanggahan seperti itu!”

Krisis moral yang dasyat juga melanda Agama Kristian di alaf  ketiga ini. Dalam Majalah Time 1 April 2002, antara tajuk yang difokuskan adalah Can The Church Be Saved? Di dalamnya memuatkan kisah-kisah salah laku seks yang melibatkan Paderi-Paderi Khatolik Roman dengan kanak-kanak lelaki serta remaja. laporan itu mengatakan, skandal ini meungkin melibatkan lebih kurang 2,000 (DUA RIBU) orang Paderi di seluruh Amerika. Ramai berpendapat konsep celibacy iaitu larangan berkahwin ke atas Para Paderi perlu diubah kerana ajaran ini tidak masuk akal dan tidak tabii. Paderi-Paderi dilihat sebagai golongan hipokrit yang mengampuni dosa orang lain tetapi diri sendiri bergelumang dengan dosa.

Skandal seumpama ini tidak hanya berlaku di Amerika malah ia juga menyerang Paderi-Paderi Khatolik Roman di England dan Wales berpandukan Nolan Report yang dikeluarkan pada tahun 2001.  BBC News 9 April 2002 melaporkan melalui artikel yang b ertajuk Chatolic Church Shaken By Sex Scandals, “Di Ireland skandal ini melibatkan Paderi-Paderi kanan seperti Cardinal Desmond Connell.”

Tokoh-tokoh Protesten juga tidak terlepas daripada skandal ini. Perkara ini dijelaskan oleh Philip Jenkins melalui bukunya Pedophiles and Priests yang diterbitkan pada tahun 1996. Tambahan daripada itu, mengikut dari artikel yang bertajuk Protestants See Sex Scandals, juga yang dimuatkan dalam The Salt Lake Tribune bertarikh 5 April 2002, “Tokoh-tokoh Protestan sering mengambil kesempatan ke atas wanita dan remaja bermasalah yang meminta khidmat nasihat kaunseling kepada mereka.”

Di samping itu sesetengah Paderi turut terlibat dengan penyalahgunaan dadah. LatelineNews bertarikh 3 Disember 2002 melaporkan, “Beberapa orang Paderi di Boston didapati terlibat dengan skandal seks di samping menyalahgunakan dadah seperti kokain.”

Nampaknya skandal yang melibatkan pihak gereja menjadi suatu epidemik pada hari ini terutamanya di negara-negara yang menggunakan Bahasa Inggeris. Mengikut Cap Code Times bertarikh 20 April 2002 melalui artikelnya yang bertajuk Church Sex Scandals Span Globe, ” Skandal seks menyerang gereja-gereja di Kanada, Austrakia, Ireland, Britain, France, Germany, Mexico dan Poland. Secara purata lebih kurang 3,000 orang menjadi mangsa Paderi di seluruh dunia dan jumlah wang ganti rugi yang perlu dibayar kepqada mereka berjumlah lebih kurang $110 Juta Dolar Amerika.”

Sumber Rujukan ;

(1) Buku Minda Muslim Super By Dr.Danial Zainal Abidin

By, Penghibur

SALIB PASTI MUSNAH DI TANGAN JESUS (a.s)

Assalamualaikum kepada saudara sekalian, tajuk besar kali ni sekali baca rasanya sensitif tetapi beginilah kita dalam mencapai kebenaran dan kejayaan dalam beriman kepada Allah swt iaitu Tuhan Semesta Alam dan tiada sekutu bagi-Nya.  Umat Kristian meyakini dan mengimani bahawa Jesus (a.s) akan datang menjadi Hakim Di Dunia pada kedatangan kali kedua.  sebagai muslim kita memang mempercayai dan mengimani berkenaan kedatangan Jesus iaitu Nabi Isa a.s.

Namun perkara terpenting yang ingin saya kongsikan pada kali ini adalah sebuah penekanan iaitu Jesus (Nabi Isa a.s) TIDAK MATI  dan TIDAK PULA DISALIB tetapi DIANGKAT Allah swt dalam keadaan HIDUP-HIDUP ke LANGIT. Jesus (a.s) sejak lahirnya adalah di antara Rasul Allah swt yang penuh dengan keajaiban, lahirnya secara ajaib dan akhir harinya di muka bumi juga adalah ajaib di mata manusia.

Sangat menghairankan Umat Kristian yang mengimani Jesus (a.s) sebagai Tuhan tidak dapat menerima bahwa Allah swt telah menyelamatkan beliau dari kematian! Inilah yang dikatakan mukjizat di antara mukjizat pada diri Jesus (a.s). Umat Kristian lebih mengimani Jesus (a.s) MATI 3 Hari 3 Malam merujuk pada pemenuhan ramalan Kitab Bible pada Matius 12:38-40.

(Surah An-Nisaa’ 4: 157-158) Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Kematian Jesus (a.s) menurut bible BUKANLAH MUKJIZAT yang besar jika dibandingkan dengan pernyataan Allah swt yang menyelamatkannya dalam keadaan hidup di angkat ke langit.  Kita biarkan hal ini seketika, kerana kita perlu membicarakan Salib Pasti Musnah Di Tangan Jesus (a.s). Mengapa saya berkata demikian! ini bukanlah kisah dongeng atau kisah di layar perak atau persembahan penyampai cerita paling kreatif TETAPI ini adalah berita ataupun khabar dari Allah swt kepada seluruh umat manusia.

Jesus a.s pasti kembali merujuk kepada firman Allah swt di dalam Al-Quran:

(Surat Ali Imran: 55) (Ingatlah) ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang kamu selalu berselisih padanya.

Ini merujuk kepada sekelompok orang yang secara teguh mengikuti Jesus (a.s) dan yang akan berada di atas orang-orang kafir sampai hari kiamat. Sekarang, siapakah orang-orang yang taat ini? Apakah mereka para murid (pengikut) Jesus (a.s) ataukah mereka adalah umat Nasrani yang ada pada saat ini?

Selama hidupnya, jumlah para pengikut Jesus (a.s) sangatlah sedikit. Setelah beliau tiada, kekuatan ajaran agamanya merosot secara drastik. Selain itu, orang-orang yang dikenal sebagai para murid Jesus (a.s) menghadapi tekanan yang sangat serius selama hidup. Selama dua abad berlalu, tanpa memiliki kekuatan politik, umat Nasrani yang masih mempunyai keimanan kepada Jesus (a.s) juga tertindas. Dalam hal ini, tidaklah mungkin bila dikatakan bahwa umat Nasrani terdahulu atau para pengikutnya selama periode tersebut secara fisik merupakan penguasa bagi orang-orang kafir di dunia. Kita secara logis mungkin berpikir bahwa ayat ini tidak dimaksudkan kepada mereka.

Sebaliknya, kita memperhatikan umat Nasrani kini, kita melihat bahwa esensi ajaran Nasrani telah mengalami banyak perubahan dan berbeda dengan ajaran Jesus (a.s) yang disampaikan kepada umat manusia pada saat itu. Umat Nasrani mengalami keyakinan yang menyimpang, yaitu bahwa Jesus (a.s) adalah anak Tuhan dan sama dengan diyakininya doktrin trinitas (Bapak, Anak, dan Roh Kudus). Dalam hal ini, tidaklah benar untuk menerima umat Nasrani kini sebagai para pengikut Jesus (a.s) yang taat. Dalam berbagai ayat dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa mereka yang memiliki keyakinan kepada triniti adalah termasuk orang-orang kafir:

(Surat al-Maa’idah: 73) Sesungguhnya, kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwasannya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa….

Dalam hal ini, komentar terhadap ayat, “…dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat” adalah sebagai berikut:

(1) Disebutkan bahwa mereka ini adalah umat Islam yang benar-benar para pengikut sejati ajaran Yesus (Isa) (as) yang otentik;

(2) ikatakan bahwa mereka ini adalah umat Nasrani, baik yang menyembah berhala maupun tidak, dan yang diketahui mempunyai posisi dominan secara jumlah di dunia dewasa ini.

Meskipun demikian, kelompok yang pertama dan kedua akan disatukan pada saat kedatangan Yesus (as) karena dia akan menghapuskan “Jizyah”. Artinya, dia tidak akan menerima umat Nasrani dan Yahudi yang memeluk agama selain agama Islam, dan kemudian dia akan mempersatukan seluruh umat yang beriman sebagai umat Islam. Nabi dan Rasul Allah terakhir, Muhammad (saw) juga telah memberikan kabar gembira akan kembalinya Yesus (as). Para ahli hadist (yang meriwayatkan sabda dan hadist Rasulullah (saw)) mengatakan bahwa ada satu hadist yang membahas masalah ini, di mana Rasulullah (saw) mengatakan bahwa Nabi Isa (as) akan turun sebagai pemimpin di antara umat manusia sebelum hari kiamat. Hadist ini sampai pada derajat mutawatir. Hal itu berarti hadist tersebut diriwayatkan oleh banyak orang dari setiap generasi para sahabat yang tidak mungkin diragukan lagi otentisitasnya. Seperti:

Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah (saw) bersabda, “Demi Zat Yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Maryam benar-benar akan segera turun ke tengah-ketengah kamu sebagai hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib, akan membunuh babi, dan akan menghapuskan jizyah. Harta saat itu akan melimpah sehingga tidak ada seorang pun yang akan menerimanya. Sehingga sujud satu kali saja kala itu jauh lebih baik dari dunia dan isinya”. (HR Bukhari)

Jabir bin Abdullah berkata, “Saya mendengarkan Rasulullah bersabda, ‘Umatku tidak akan berhenti berperang untuk membela yang benar hingga datang hari kiamat’. Rasulullah lalu bersabda, ‘Kemudian, turunlah Isa bin Maryam dan pemimpin mereka berkata, ‘Ke sinilah dan pimpinlah kami dalam sembahyang’, namun dia akan berkata, ‘Tidak! Sebab sebagian kalian adalah pemimpin untuk sebagian yang lain, sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini’” (HR Muslim)

Abu Hurairah (ra) meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang nabi pun antara saya dan Isa. Sesungguhnya, dia akan turun ke bumi. Maka jika kalian melihatnya, kenalilah dia. Dia adalah seorang laki-laki dengan ukuran sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Dia memakai dua baju kuning terang. Kepalanya seakan-akan ada air yang mengalir walaupun sebenarnya ia tidak basah. Dia akan berperang melawan manusia untuk membela Islam. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, menghapuskan jizyah. Allah akan menghapuskan semua agama di zamannya kecuali Islam. Isa akan menghancurkan Dajjal dan dia akan hidup di bumi selama empat puluh tahun dan kemudian dia meninggal. Kaum muslimin akan menyembahyangkan jenazahnya”. (Abu Dawud)

Terus membaca

JESUS (a.s) TIDAK MATI DAN TIDAK DISALIB

Assalamualaikum kepada sidang pembaca yang saya hormati sekalian, saya ingin berkongsi sebuah topik yang menjadi kontroversi dan sangat mengesankan kepada jiwa manusia baik Islam mahupun Kristian. Ajaib dari keajaiban Allah swt memberikan mukjizat kepada Nabi Isa a.s iaitu Jesus dari kelahirannya sehinggalah hari terakhir beliau diangkat kelangit, kisahnya penuh dengan mukjizat dari Allah swt.

Bagi Umat Islam, mukjizat yang diberikan Allah swt kepada Nabi Isa a.s adalah sebagai tanda kepada Bani Israel bahawa Jesus iaitu Nabi Isa a.s datang membawa khabar gembira dari Tuhan yang mengutusnya. Namun mukjizat demi mukjizat yang berlaku pada dirinya menyebabkan persepsi manusia berubah terhadapnya, darilah beliau sebagai utusan Allah swt, akhirnya beliau diangkat darjatnya menjadi Tuhan yang ditetapkan oleh manusia.

Mengapa ini yang yang terjadi? Mengapa manusia tersesat jalan dalam Beriman Kepada Allah swt yang Maha Kuasa? Disebabkan faktor-faktor inilah Allah swt mengutus Nabi Muhammad saw untuk membetulkan salah tanggapan terhadap Nabi Isa a.s. Dengan kedatangan Rasulullah saw maka, fitnah terhadap Allah swt terutamanya kian dibersihkan, fitnah terhadap Isa Al-Masih Ibni Maryam serta Ibunya juga dibersihkan 100%.

Hanya Islam yang mnjelaskan kedudukan sebenar tentang Allah swt adalah Tuhan yang tidak bersekutu, Nabi Isa a.s iaitu Jesus sebagai Rasul Allah dan Ibunya Maryam adalah seorang wanita suci dan taat kepada Allah dan terkemuka di zamannya.

(A) DOSA WARISAN CIPTAAN PAULUS

Sebenarnya perintah pengorbanan ishak (menurut kepercayaan Kristian dan yahudi) tiada kaitannya dengan gambaran awal Jesus di salib. tetapi idea dosa warisan adalah ciptaan paulus. seorang yang dianggap Rasul Kristus bagi penganut Kristian.

(Galatian 1:4)
Untuk menyelamatkan kita daripada zaman yang jahat ini, Kristus telah menyerahkan diri-Nya sebagai korban bagi dosa-dosa kita. Dia melakukannya bagi mentaati kehendak Allah bapa kita.

PERHATIAN : Jesus menurut kehendak Bapa, jelas mereka adalah 2 peribadi yang berbeza, diantara Tuhan dengan hamba. sangat jelas!

Dalam ayat lain pula, Paul menyifatkan golongan Yahudi yang enggan menerima ‘berita baik’ penyaliban Jesus, sebagai musuh Allah.

(Roma 11:28)
Kerana orang Yahudi tidak mahu menerima berita baik daripada Allah ini, maka mereka menjadi musuh Allah.

TAPI, dalam ayat lain, Paul menyatakan sebaliknya tentang idea penebusan Dosa.

(1 Teselonian 2:15)
Orang Yahudi sudah membunuh Tuhan Jesus dan Nabi-Nabi serta menganiaya kami juga. Mereka memusihi semua orang dan menyebabkan Allah sangat murka.

Pelik! paul menghajar idea penghapusan dosa warisan ini dalam masa yang sama juga telah mencela orang-orang Yahudi yang membantu proses penghapusan dosa ini!

Sepatutnya, orang-orang Yahudi yang membunuh Jesus ini diberi pahala yang besar dan sanjungan yang besar kerana merekalah yang telah membunuh dan menyalib Jesus, sehingga dosa warisan yang membelenggu manusia selama ini terhapus.

Sekiranya Jesus tidak dibunuh atau di salib oleh mereka, tentu dosa warisan masih lagi membelenggu penganut Kristian hingga ke hari ini dan Agama Kristian SUDAH PASTI TIDAK akan WUJUD dimuka bumi ini!

(1 Korintus 2:8)
Semua Roh yang berkuasa dan yang memerintah dunia ini, tidak tahu kebijaksanaan itu. Seandainya roh-roh itu mengetahuinya, tentu roh-roh itu tidak akan menyalib Tuhan Yang Mulia.

Lihatlah, betapa jelas percanggahan kata-kata Paulus yang dianggap sebagai rasul Kristus (?)!

Oleh kerana kata-kata Paul mengandungi percanggahan, maka saksi yang paling layak untuk kita analisa bagi mencapai kebenaran hakiki tentang idea penyaliban untuk menebus dosa adalah kata-kata Jesus sendiri.

Apa kata Jesus terhadap idea yang dicipta Paulus?

(a) JESUS TIDAK RELA DISALIB

(John 7:19)
“Bukankah Musa yang memberi Taurat kepada kamu. Tetapi tidak seorangpun diantara kamu yang mentaati Taurat itu. MENGAPA KAMU MAHU MEMBUNUH AKU?”

PERHATIAN : Jesus bertanya, MENGAPA MAHU MEMBUNUHNYA (Jesus)!

(John 8:37)
“Aku tahu kamu keturunan Ibrahim. Namun KAMU BERUSAHA UNTUK MEMBUNUH AKU, kerana kamu TIDAK MAHU MENERIMA AJARANKU.

PERHATIAN : Jesus berkata dia mahu dibunuh kerana tiada yang mahu menerima ajaran yang dibawanya.

(John 8:44)
“Bapa kamu Iblis dan kamu anak-anaknya. Kamu lebih suka menurut jehendak bapa kamu. Sejak permulaan, Iblis itu poembunuh..”

(John 19:11)
Jesus telah berdialog dengan Pilatus dan berkata: “Kamu tidak berkuasa ke atas aku, KECUALI Allah memberikan kuasa itu kepadamu. Oleh itu, ORANG YANG MENYERAHKAN AKU KEPADAMU, LEBIH BESAR DOSANYA DARI DOSAMU.

PERHATIAN : Jesus dengan jelas menolak Penebusan Dosa ciptaan paulus ini. bahkan Jesus membuktikan keengganan beliau menghadapi Hukuman untuk menebus dosa manusia, Matius dan Markus menceritakan bagaimana Jesus telah BERUSAHA MELARIKAN DIRI dari ORANG-ORANG YAHUDI dan tentera Rom yang mahu menangkap dan membunuh beliau.

 Jika ini adalah Perintah dari Syurga, mengapalah Jesus nak lari dan enggan untuk disalib! Jesus dengan jelas dan nyata menolak untuk menerima hukuman sebegitu, ini BUKANLAH Perintah Allah, tetapi ini adalah tipudaya, permainan kotor yang dilakukan pada masa itu untuk membunuh Jesus.

Pada peringkat ini sahaja, Jesus SANGAT JELAS MENOLAK PENYALIBAN yang dikatakan adalah PERINTAH TUHAN.. bagaimana selanjutnya.. adakah Jesus dibunuh?

(Matius 14:42)
“Bangunlah, mari kita pergi, Lihatlah, orang yang mengkhianati aku sudah datang!”

(Markus 14:42)
“Bangunlah, marilah kita pergi! Lihatlah, orang yang mengkhianati aku sudah datang!”

PERHATIAN : Sangat menghairankan BERSUNGGUH JESUS NAK MENYELAMATKAN DIRI! tetapi Umat Kristian tetap keras kepala menyatakan Jesus merestui dirinya disalib! (?)

(Matius 26:56)
…kemudian semua pengikut Jesus lari meninggalkan Dia.

(Markus 14:50)
Ketika itu, semua pengikut Jesus lari meninggalkan Dia.

PERHATIAN : Jika benar apa yang dikatakan Paul tentang Penyaliban Jesus adalah Rancangan Tuhan untuk menebus dosa warisan, maka kita dapat saksikan bahawa Jesus dan sahabat-sahabat beliau sendiri “LARI” dari PERINTAH TUHAN.

Dalam Konteks Bible, Jesus dan sahabat-sahabatnya MELANGGAR PERINTAH TUHAN! Ini dengan Jelas membuktikan berdasarkan BIBLE, Jesus berdosa kerana ingkar pada Tuhan. Jesus sepatutnya JANGAN LARI, tetapi sepatutnya Jesus dengan senang hati dan penuh riang serta BERLAPANG DADA SANGGUP UNTUK DISALIB, berulah dikatakan BENAR! tetapi sebaliknya.

Salah siapa? BUKAN Salah Jesus sebenarnya, TETAPI SALAH PAULUS! Paulus lah yang memandai-mandai mengubah hakikat dan kenyataan.

Anda sekalian Percaya pada siapa? Jesus atau paulus?

By, Penghibur

KONSEP TAUHID DALAM ISLAM, KRISTIAN DAN HINDU

Assalamualaikum wbt buat saudara serta saudari, muslimin dan muslimat, buat pertama-tama kali ini saya cuma nak berkongsi sedikit tentang Konsep Iman Kepada Allah swt yang merupakan salah satu Rukun Iman dalam Islam.  Sebenarnya hakikat yang dikatakan beriman ini tidak hanya diletakkan pada orang yang mempercayai atau mengimani wujud Tuhan semata-mata, kerana manusia yang tidak mengiktiraf wujudnya Tuhan juga adalah orang yang beriman.

Bagi orang yang beragama sama ada Islam, Kristian, Hindu, Buddha dan lain-lain agama yang tidak saya sebutkan disini, semuanya mempunyai Iman dan percaya wujudnya Tuhan. Kemudian di satu sudut terdapat juga  jutaan manusia yang tidak percaya akan wujudnya Tuhan iaitu Allah Pencipta Seluruh Isi Alam dan semua ini adalah di dalam liputan-Nya dan inilah iman mereka.

Konsep beriman kepada Tuhan ini terpecah kepada beberapa bahagian yang dapat kita lihat dengan jelas : -

(1) Mempercayai Wujudnya Tuhan seperti Agama Islam, Agama Kristian, Agama Hindu dan Agama Buddha. Beriman wujudnya Tuhan ini adalah suatu berita baik kepada golongan ini, NAMUN dalam kita mempercayai dan beriman wujudnya Tuhan seharusnya manusia memahami siapakah Tuhan dan bagaimana sifat-Nya serta batasannya.

PERHATIAN : Berkenaan Pegangan Agama Buddha saya akan memberi satu rujukan kepada anda iaitu sebuah buku yang bertajuk ’Bukti-Bukti Sains Dan Sejarah Kerasulan Muhammad” tulisan Dr.Danial Zainal Abidin.

Pada tahun 1966, perhimpunan Majlis Budha Sedunia diadakan di Sri Lanka bagi mencari titik persamaan antara Aliran Mahayana dan Aliran Theravada. Hasil daripada pertemuan ini, beberapa keputusan diambil oleh kedua-dua aliran. Antaranya adalah TIDAK MEMPERCAYAI ALAM INI DICIPTA dan DIPERINTAH OLEH TUHAN.

(2) Golongan manusia (Atheis) yang tidak beriman wujudnya Tuhan , dan inilah sebenarnya  iman mereka, MEREKA BERIMAN  bahawa Tuhan tidak wujud dengan pelbagai alasan dan kajian ilmiah yang cuba dibuktikan oleh golongan ini.

Bagi golongan yang mempercayai kewujudan Tuhan, mereka tidak sewenang-wenangnya dibiarkan sendiri dalam mencari petunjuk Tuhan, Tuhan akan memilih Rasul dari kalangan manusia untuk menyampaikan perintah suci sebagai panduan dan batas kepada manusia seluruhnya. Namun sikap manusia yang lebih gemar menurut hatinya menyebabkan konsep Iman kepada Tuhan menjadi pelbagai, sedangkan jika kita memahami isi Kitab ini menunjukkan Konsep Iman Kepada Allah swt dan sifat-Nya adalah sama.

Tuhan BUKANKANLAH Jesus (a.s), Tuhan BUKANLAH Gautama Buddha, Tuhan BUKANLAH Berhala-Berhala, apa saja yang terlintas difikiran dan terlintas dihati manusia itupun BUKAN TUHAN! Allah swt adalah Satu-Satunya Tuhan Yang Patut Disembah dan Tidak ada Tuhan selain Allah swt, untuk mengenali-Nya kita harus merujuk kepada dalil Naqli dan dalil Aqli. Walaupn manusia yang mempunyai latar belakang agama yang berbeza dan mempunyai kepercayaan seperti penyembah gunung ganang, penyembah berhala, penyembah lautan, penyembah alam atau apa saja yang disembahnya atau pun tidak menyembah apa-apa, golongan ini juga akan mendapat pertolongan dari Allah swt.

Siapa lagi TUHAN kalau bukan Allah swt!

Golongan sebegini juga meminta kepada Allah swt sebenarnya, memang tidak masuk akal perbuatan mereka tetapi inilah hakikatnya dan walaupun ia adalah dalam kategori menyekutukanNya, Allah swt tetap mendengar dan memberi perkenan-Nya kepada mereka dan serta seluruh isi alam.

Saya mengajak kita memperhatikan seketika perbandingan Konsep Iman Kepada Allah berdasarkan Kitab Al-Quran, Kitab Bible dan Kitab Hindu. Sangat jelas kepada kita bahawa  ISLAM, KRISTIAN & HINDU mempunyai Konsep iman kepada Allah swt yang sama di dalam kitabnya, namun pelaksanaan iman dikalangan umat beragama ini berbeza sama sekali.

(1) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA ISLAM

(Surah Al-Ikhlash : Ayat 1-4)
“Katakanlah; Dialah Allah Tuhan Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula di peranakkan dan Dia tiada sesuatupun yang setara dengan-Nya”.

PENJELASAN : Inilah Konsep Tauhid yang sebenarnya, Allah swt berdiri dengan sendiri tanpa bergantung dengan sesuatu apa pun kerana segala sesuatu itu adalah bergantung pada Allah swt.

(a) Allah swt Mencipta Oksigen Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Dan BUKAN Untuk Allah Bernafas Dengannya. Ini Kerana Allah swt Tetap Hidup Tanpa Oksigen, Malah Oksigen Itulah Yang Bergantung Hidup Pada Allah swt.

(b) Allah swt Mencipta Sumber Makanan Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Dan BUKAN Untuk Allah Makan Dengannya. Ini Kerana Allah swt Tetap Hidup Tanpa Sebarang Makanan, Malah Makanan Itulah Yang Bergantung Hidup Pada Allah swt.

(c) Allah swt Mencipta Takdir Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya dan BUKAN Untuk Allah Hidup Di Dalam Takdir. Ini Kerana Allah swt Di Luar Dari Menemui Takdir. Sebagai Contoh, Wajib Bagi Manusia Menemui Hari Isnin, Selasa, Rabu, Khamis, Jumaat, Sabtu Dan Ahad Sama Ada Suka Atau Tidak! Tidak Seorangpun Dari Hamba-Hamba-Nya Akan Terlepas Dari Takdir Ini.

(d) Allah swt Mencipta Masa Adalah Untuk Hamba-Hamba-Nya Mengatur Hidup Dan Berurusan Dengannya TETAPI BUKAN Untuk Allah Yang Menikmati Masa Untuk Mengatur urusan-Nya atau Diri-Nya Kerana Allah swt Di Luar Dari Sifat Masa, Sama Ada Masa Lalu, Masa Kini Dan Masa Akan Datang  Semuanya Telah Tamat Di Sisi Allah swt. Sebagi Contoh, Wajib Bagi Manusia Melalui Masa 1 Hari 24 Jam, 7 Hari Seminggu, 30 Hari Sebulan, 365/6 Setahun Dan Seterusnya, Tidak Seorangpun Yang akan Terlepas Dari Melalui Masa-Masa Ini.

Dalam hal lain perkara yang perlu kita ambil perhatian adalah Allah swt itu tidak menyerupai atau diserupai oleh hamba-hamba-Nya, oleh kerana itu kita harus memahami sifat Allah dengan sebaiknya. Sesetengah manusia salah faham Konsep Allah Maha Kuasa Lagi Maha Esa dengan menyamatarafkan Allah dengan ciptaan-Nya. Ini adalah sifat HARAM Bagi Allah.

Kita perhatikan seketika berkenaan hal ini :-

(a) Allah swt MELIHAT BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai MATA Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.

(b) Allah swt MENDENGAR BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai TELINGA Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.

(c) Allah swt BERKATA-KATA BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai MULUT Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.

(d) Allah swt MENGENGGAM BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai TANGAN Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.

(e) Allah swt DILUAR dari Sifat Masa, Sama Ada Masa Lalu, Masa Kini & Masa Akan Datang. Allah swt DILUAR Dari Sifat Berubah Bentuk Sama Ada Muda, Tua Atau Apa Saja. Allah swt DILUAR Dari Sifat Mati.

(f) Allah swt BERWAJAH BUKAN Bermaksud Allah Mempunyai WAJAH Seperti Makhluk Ciptaan-Nya.

(g) Allah swt HIDUP BUKAN Bermaksud Allah swt HIDUP Seperti Makhluk Ciptaan-Nya. Ini Kerana Hidup Allah swt Tiada Permulaan Bererti BUKAN DILAHIRKAN dan Tiada Penghabisan Bererti Allah swt TIDAK MENEMUI KEMATIAN.

“Allah swt Maha Kuasa Mengatasi Logik Akal Manusia”

(2) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA KRISTIAN

(Yohanes 17:3)
“Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.

(Markus 12:29)
“Maka jawab Yesus kepadanya, HUKUM YANG TERUTAMA ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun ALLAH TUHAN KITA ialah Tuhan yang Esa.”

(Ulangan 4:35)
“Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.

(Ulangan 6:4)
“Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”

(Ulangan 4:39)
“Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali Ia tiadalah lain lagi.”

(II Samuel 7:22)
“Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”.

(Yahya 17:8)
“Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa aku datang dari pada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku”

PENJELASAN (1) : Kitab Bible yang mengalami perubahan besar di dalamnya masih terdapat juga terdapat perkara-perkara yang benar seperti ayat-ayat yang dikemukakan di atas. Allah Maha Esa bererti Allah BUKAN 3 Tuhan atau Allah BUKAN 3 dalam 1 atau 1 dalam 3.

PENJELASAN (2) : Sebelum perbincangan lebih jauh saya nak bagi sidikit ringkasan erti Esa pada Allah swt.

(Suran Al-Zumar 39:3-4) Ingatlah! (Hak yang wajib dipersembahkan) kepada Allah ialah segala ibadat dan bawaan yang suci bersih (dari segala rupa syirik). Dan orang-orang musyrik yang mengambil selain dari Allah untuk menjadi pelindung dan penolong (sambil berkata): “Kami tidak menyembah atau memujanya melainkan supaya mereka mendampingkan kami kepada Allah sehampir-hampirnya”, – sesungguhnya Allah akan menghukum di antara mereka (dengan orang-orang yang tidak melakukan syirik) tentang apa yang mereka berselisihan padanya. Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah petunjuk kepada orang-orang yang tetap berdusta (mengatakan yang bukan-bukan), lagi sentiasa kufur (dengan melakukan syirik). Kalaulah Allah hendak mempunyai anak, tentulah Ia memilih mana-mana yang dikehendakiNya dari makhluk-makhluk yang diciptakanNya; Maha Sucilah Ia (dari menghendaki yang demikian). Dia lah Allah, Yang Maha Esa, lagi Yang Mengatasi kekuasaanNya segala-galanya.

PERHATIAN : Allah Maha Esa Lagi Maha Kuasa, berikut adalah BIODATA Allah swt.

(Surah Al-Ikhlash : Ayat 1-4)
“Katakanlah; Dialah Allah Tuhan Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula di peranakkan dan Dia tiada sesuatupun yang setara dengan-Nya”.

“Qul hua Allahu AHAD”
“Katakanlah; Dialah Allah Tuhan Yang Maha Esa”

AHAD = 1, dalam Konteks ayat tersebut AHAD = ESA, oleh itu ESA = 1

(a) Allah menegaskan erti ke-Esa-anNya;

(Surah An-Nisaa’ 4:171)
“Say not ‘TRINITY’ : desist: It will BE BETTER FOR YOU: for Allah is one God.”

(Surah Al-Maidah 5:73)
“They do blaspheme who say Allah is one of three in a TRINITY: for there is no god except One God. If say desist not from their word (blasphemy), verily a grievous penalty will befall the blasphemers among them.”

Esa pada Allah swt bukanlah Esa dalam KONSEP TRINITI, kerana TRINITI BUKANLAH menunjukkan Allah itu ESA, sama ada TRINITI itu adalah sebuah Konsep Mengenal Allah atau apa pun maksudnya, sangat jelas Allah swt membantah kefahaman manusia sebegini dan Allah swt memberikan jalan dan petunjuik yang benar.

KESIMPULAN : “Allah Maha Esa” itu TIADA perkaitan dengan TRINITI, dan harus KITA FAHAMI serta IMANI TRINITI BUKANLAH “ESA”!

(b) Allah swt menegaskan lagi tentang ke-Esa-anNya seperti berikut;

(Surah Al-Maidah 5:17) Demi sesungguhnya, kafirlah orang-orang yang berkata: “Bahawasanya Allah ialah Al-Masih Ibni Maryam) katakanlah (wahai Muhammad): “(Dakwaan itu tidak benar) kerana siapakah yang dapat menahan (seksa) dari Allah sedikit jua pun kalau Ia mahu membinasakan Al-Masih Ibni Maryam beserta ibunya dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya?” Dan (ingatlah) bagi Allah jualah kuasa pemerintahan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya. Ia menciptakan apa jua yang dikehendakiNya. Dan (ingatlah) Allah Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

(Surah Al-Maidah 5:72) Demi sesungguhnya! Telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Bahawasanya Allah ialah Al-Masih Ibni Maryam”. Padahal Al-Masih sendiri berkata:” Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kamu, Bahawasanya sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya Syurga, dan tempat kembalinya ialah neraka; dan tiadalah seorang penolong pun bagi orang-orang yang berlaku zalim”.

(c) Allah swt memberi peingatan kepada orang seperti saudara sekalian (Kristian);

(Surah Al-Maidah 5:74)
Oleh itu tidakkah mereka mahu bertaubat kepada Allah dan memohon keampunannya (sesudah mereka mendengar keterangan-keterangan tentang kepercayaan mereka yang salah dan balasan seksanya)? Padahal Allah Maha pengampun, lagi Maha Mengasihani.

AKHIRKATA : Allah swt Maha Esa, dan saya tegaskan sekali lagi TRNITI BUKANLAH Konsep Mengenal Allah swt yang betul melainkan menyimpang dari ajaran sebenar.

Allah iaitu Al-Ilah, adalah Satu-Satunya Yang Patut Disembah dan tiada sekutu bagi-Nya.

(3) KONSEP TAUHID KEPADA ALLAH DALAM IMAN AGAMA HINDU

Saya mulakan dengan memperhatikan dengan ayat suci Al-Quran, supaya kita dapat memahami terlebih dahulu apa yang difirmankan Allah berkenaan mereka-mereka yang beriman tetapi Kitab tersebut tidak dinyatakan secara khusus di dalam Al-Quran.

(Surah An-Nisaa’ 4:164)
Dan (Kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.

Berikut adalah beberapa ayat di dalam Kitab Hindu yang menyentuh tentang Sifat yang ada pada Tuhan Yang Mentadbir Seluruh Alam. Tuhan di dalam Kitab Hindu juga dengan jelas dinyatakan tidak bersekutu dan tidak diserupai oleh segala sesuatu. Tuhan adalah satu-satunya yang patut disembah.

(Shevatashvatara Upanishad Ch 4: V.19)
Tuhan itu tidak ada sesuatupun yang menyerupai Dia

(Shevatashvatara Upanishad Ch 4: V.20)
Dia tidak bisa dilihat, tidak ada orang mampu melihat dengan mata.

(Bhagavad Gita Ch.10:V.3)
Allah Tuhan yang tidak dilahirkan, tiada permulaan, Tuhan Seru Sekalian Alam.

(Yajurveda Ch.32:V.3)
Tiada rupa buat Tuhan, Dia tidak pernah dilahirkan, Dia berhak disembah.

(Yajurveda Ch.40:V.8)
Allah tidak berbentuk dan Dia Suci

(Rigveda Book 1 Hymn 164:V.146)
Allah Maha Esa. Panggilah dengan berbagai nama.

(Rigveda Book 10 Hymn 114:V.5)
Tuhan itu satu, Dia disebut dengan berbagai nama.

(Rigveda Book 8 Hymn 1:V.1)
Kami tidak menyembah seseorang kecuali Allah yang satu.

(Rigveda Book 6 Hymn 45:V.16)
Sembahlah Dia saja Tuhan yang sesungguhnya.

(Chandogya Upanishad Ch.6 Sek.2 V.1)
Tuhan hanya satu tidak ada sekutu dengan-Nya

(Shevatashvatara Upanishad Ch 6: V.9)
Allah itu tidak beribu bapa.

KESIMPULAN : Betapa kita harus memikirkan hal ini seketika, di dalam Al-Quran Allah swt hanya menyebut 4 Kitab sahaja iaitu Kitab Taurat (Nabi Musa a.s), Kitab Zabur (Nabi Daud a.s), Kitab Injil (Nabi Isa a.s), Kitab Al-Quran (Nabi Muhammad saw).

AKHIR KATA : Kitab apapun selain dari Kitab Suci Al-Quran BUKANLAH Kitab yang diimani oleh Umat Islam bahkan Nabi-Nabi dari Nabi Adam a.s sehingga Nabi Muhammad saw. Mungkin saja kitab ini mengandungi Firman Allah swt, mengapa tidak! ya memang terdapt Firman Allah tapi bagaimana dengan kesalahan-kesalahan Ilmiah, pertentangan ayat-ayat,  perkara-perkara yang tidak sepatutnya bagi para Nabi dan perkara-perkara yang HARAM bagi Allah?

Oleh kerana itu semua manusia di ajak dialog antara agama begitu juga dengan golongan yang tidak mempercayai Tuhan itu wujud, mudah-mudahan perbincangan antara kita dapatlah kita mengenali dan memahami Konsep Iman Kepada Allah swt dengan yang sebenarnya.

(Surah Ali’Imran 3:64)
Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu, iaitu kita semua tidak menyembah melainkan Allah, dan kita tidak sekutukan denganNya sesuatu jua pun; dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil akan sebahagian yang lain untuk dijadikan orang-orang yang dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah”. Kemudian jika mereka (Ahli Kitab itu) barpaling (enggan menerimanya) maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”.

By, Penghibur